Jokowi: Kebenaran Ijazah Asli atau Palsu yang Diharapkan Publik

Jakarta, Maret.id — Saat berbicara dalam sebuah diskusi, pengamat hukum dan Eksponen Angkatan Reformasi 98, Andrianto Andri, menyoroti pentingnya keaslian ijazah seorang pemimpin.
“Bagi kami, warga bangsa, soal palsu atau tidaknya ijazah itu penting. Ini menyangkut legitimasi dari seorang pemimpin. Ini soal integritas,” tutur Andri. Ia menegaskan bahwa jika seorang pemimpin memiliki ijazah palsu, maka hal itu akan mencerminkan ketidakjujuran.
Menurut Andri, keaslian ijazah sangat penting terkait integritas pemimpin. Jika ijazah yang dipersoalkan ternyata asli, maka isu ini seharusnya dapat diselesaikan. “Para pembohong tidak lolos dari ujian moral untuk menjadi pemimpin, apalagi menjadi presiden,” imbuhnya.
Ia juga menekankan bahwa proses persidangan yang akan dihadapi oleh Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa tidak dapat hanya berfokus pada dugaan pencemaran nama baik. “Persidangan itu harus menjadi media pembuktian tentang ijazah Jokowi,” tegasnya.
Andri meminta agar aparat penegak hukum dan pengadilan tidak membatasi ruang pembuktian hanya pada unsur pencemaran nama baik. “Tidak boleh ada rekayasa di pengadilan lewat polisi dan jaksa yang hanya fokus pada pencemaran nama baik, sementara status ijazahnya tidak diutak-atik,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sikap kooperatif Roy Suryo dan Dokter Tifa yang telah mengikuti seluruh tahapan proses hukum. “Ini berbeda dengan dua pendukung Jokowi, Silfelter Matutina dan Razman Nasution, yang kasusnya sudah inkrah tetapi memilih untuk menghilang,” pungkas Andri.





