Kemenpora Panggil KONI Bahas Penertiban Pembajakan Atlet Jelang PON 2028

Jakarta, Maret.id — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir akan memanggil jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk menertibkan praktik pembajakan atlet menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII yang akan berlangsung pada tahun 2028.
Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada lagi pembajakan antar atlet serta mengklarifikasi cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan. “Saya berharap, KONI juga menegakkan aturan-aturan, baik perpindahan atlet, cabor-cabor yang dipertandingkan,” lanjut Erick di Jakarta.
Sebelumnya, KONI telah mengumumkan bahwa sebanyak 67 cabang olahraga akan dipertandingkan dalam acara tersebut. Hal ini disampaikan pada saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) di Jakarta pada 22 Mei lalu.
Menpora Erick menekankan pentingnya memprioritaskan 21 cabor yang tercantum dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dalam PON mendatang. “Untuk KONI, insyaallah KONI akan saya panggil minggu depan untuk menyelaraskan cabang yang akan dipertandingkan,” ungkapnya.
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat juga menggarisbawahi isu perpindahan atlet antar daerah. Ia menunjukkan bahwa pembajakan atlet dapat memberikan dampak negatif pada pembinaan kontingen yang sedang dipersiapkan untuk kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kadang PON ini jadi ajang penjemputan pemain-pemain dari daerah pindah-pindah. Karena hanya mengejar medali, mereka jor-joran untuk transfer seperti itu,” kata Taufik Hidayat.
Kepedulian terhadap integritas olahraga di Indonesia semakin meningkat, terutama menjelang PON 2028 yang diharapkan dapat menjadi fondasi untuk prestasi lebih besar di Asian Games dan Olimpiade mendatang. Melihat situasi ini, banyak penggemar sepak bola lokal berharap akan ada sistem yang lebih ketat untuk mendukung atlet-atlet muda yang berpotensi, agar tidak terjebak dalam praktik yang merugikan.





