Kemensos Siapkan Sekolah Rakyat Jelang MPLS di Indonesia

Jakarta, Maret.id — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memimpin rapat persiapan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 di Kantor Kementerian Sosial, Kamis, 25 Juni 2026. Rapat ini bertujuan untuk memastikan kesiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan dimulai serentak pada 14 Juli 2026.
Pembahasan dalam rapat ini mencakup lima aspek utama, yaitu kesiapan sarana dan prasarana, kesiapan siswa, kesiapan guru dan tenaga kependidikan, pelaksanaan MPLS, serta dukungan anggaran untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Gus Ipul menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar Sekolah Rakyat sebelum MPLS dimulai.
“Kita ingin memastikan tidak ada keterlambatan. Semua harus dipetakan sejak sekarang,” kata Gus Ipul. Ia menekankan perlunya laporan rinci mengenai pembangunan sekolah dan distribusi perlengkapan siswa.
Sekretaris Jenderal Robben Rico melaporkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat permanen berlangsung di 93 lokasi. Meskipun belum ada lokasi yang sepenuhnya selesai, beberapa lokasi menunjukkan progres signifikan. Lima lokasi dengan progres tertinggi saat ini berada di Medan, Surabaya, Gresik, Sampang, dan Bengkulu.
Gus Ipul juga meminta pendampingan penuh dari seluruh sentra dan balai Kemensos selama masa transisi dari Sekolah Rakyat rintisan ke gedung permanen. “Laporkan jika ada pengadaan. Jangan sampai membangun hal-hal yang tidak penting hanya demi mengejar penyerapan anggaran,” tegasnya.
Kemensos sedang mematangkan mekanisme penetapan siswa, terutama di lokasi dengan jumlah pendaftar melebihi kuota. Proses seleksi akan dilakukan secara transparan dengan melibatkan pemerintah daerah untuk memastikan siswa yang diterima berasal dari keluarga dengan tingkat kerentanan sosial dan ekonomi tertinggi.
Tingginya minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menunjukkan kebutuhan akses pendidikan bagi kelompok rentan. “Ini menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar untuk memperluas jangkauan program ke depan,” jelas Gus Ipul.





