Veda Yudisthira Siap Tampilkan Kemampuan Terbaik di Moto3 Assen 2026 Setelah Brno

Jakarta, Maret.id — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, siap untuk kembali berlaga di kelas Moto3 di sirkuit Assen, Belanda pada 27-28 Juni 2026.
Veda, yang berasal dari Gunung Kidul, Yogyakarta, tiba di Assen dengan kepercayaan diri yang meningkat. Hal ini disebabkan oleh penampilannya yang mengesankan di GP Brno, di mana ia berhasil finis di urutan kelima setelah memulai dari posisi ke-20.
“Setelah Brno, saya merasa sangat termotivasi karena balapan di sana sangat positif. Kami mengalami akhir pekan yang sulit pada hari Jumat dan Sabtu, tetapi pada hari Minggu kami menunjukkan potensi kami,” ujar Veda Pratama.
Ia menambahkan, “Memulai dari posisi ke-20 dan finis di posisi ke-5 adalah perasaan yang luar biasa, terutama karena saya bisa bertarung dengan kelompok depan dan memahami banyak hal selama balapan.”
Veda menegaskan bahwa di Assen, tujuannya adalah untuk belajar sebanyak mungkin dari setiap sesi dan membangun kepercayaan diri secara bertahap. “Sirkuitnya terlihat sangat menarik karena cepat dan mengalir, jadi saya pikir ini bisa menjadi tantangan yang bagus,” tutur Veda.
Hiroshi Aoyama, Manajer Tim Honda Team Asia, menjelaskan bahwa sirkuit Assen memiliki sejarah yang kaya. “Sirkuit itu sendiri cukup sempit, tetapi kecepatan rata-ratanya sangat tinggi, dengan banyak tikungan cepat dan bagian teknis kecil, sehingga selalu menjadi trek yang menantang bagi para pembalap,” kata Aoyama.
“Bersama dengan kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi, Assen selalu menciptakan situasi dan cerita yang berbeda. Kami tidak pernah bosan di sirkuit ini,” imbuhnya.
Aoyama juga menekankan pentingnya mempertahankan momentum positif setelah hasil yang baik di Brno. “Kami ingin terus belajar dan meningkatkan performa dari sesi ke sesi,” tutupnya.
Dalam pandangan seorang penggemar sepak bola lokal, Ahmad, yang juga mengikuti balapan motor, “Veda menunjukkan potensi yang luar biasa. Kami berharap dia bisa meraih podium di Assen dan mengharumkan nama Indonesia.”





