Nasional

Mayoritas Kecelakaan Kereta Dipicu Pengendara Terobos Palang

Jakarta, Maret.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 134 kecelakaan di perlintasan sebidang dari Januari hingga 22 Juni 2026. Dari angka tersebut, 118 kejadian atau sekitar 88 persen disebabkan oleh pengendara yang menerobos palang perlintasan.

Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menegaskan pentingnya disiplin pengguna jalan untuk mencegah kecelakaan tersebut, terutama saat libur sekolah. “Berdasarkan data KAI hingga 22 Juni 2026, terdapat 134 kecelakaan di perlintasan sebidang. Dari jumlah ini, 118 kejadian atau 88 persen dipicu tindakan menerobos,” ujar Anne.

Kecelakaan lainnya disebabkan oleh kendaraan mogok sebanyak tujuh kejadian dan palang pintu yang terlambat atau tidak tertutup, dengan enam kejadian. Anne mengajak masyarakat untuk membiasakan perilaku aman saat melintasi perlintasan sebidang, seperti berhenti sejenak dan memperhatikan sekitar.

“Palang pintu merupakan alat bantu keselamatan. Keputusan untuk berhenti, melihat, dan memastikan jalur aman tetap berada pada pengguna jalan,” kata Anne. KAI melaporkan 113 korban kecelakaan di perlintasan sebidang, termasuk 48 orang meninggal dunia, 29 orang luka berat, dan 36 orang luka ringan.

Dari 134 kendaraan yang terlibat, 77 adalah sepeda motor dan 57 mobil. Sebanyak 62 kecelakaan terjadi di perlintasan berpintu, sedangkan 72 di perlintasan tanpa pintu. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka kecelakaan menunjukkan penurunan dari 138 menjadi 134 kejadian, atau sekitar tiga persen.

Namun, angka 48 korban jiwa tetap menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk meningkatkan disiplin dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan. KAI berkomitmen untuk memperkuat sosialisasi keselamatan dengan melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, dinas perhubungan, sekolah, komunitas, dan masyarakat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button