Nasional

Menag Canangkan 10 Muharam Sebagai Hari Anak Yatim dan Disabilitas

Jakarta, Maret.id — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak masyarakat untuk menjadikan 10 Muharam sebagai momentum pembebasan anak-anak dari berbagai kesulitan hidup.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri acara Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H yang berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta, pada Kamis, 25 Juni 2026. Menag menekankan pentingnya peringatan 10 Muharam untuk lebih dari sekadar kegiatan seremonial tahunan.

“Marilah kita jadikan 10 Muharam ini sebagai hari pembebasan bagi kelompok anak yatim dan kelompok yang membutuhkan perhatian,” ucap Menag.

Menurutnya, semangat Muharam membawa pesan kepedulian sosial yang mendalam. Seluruh elemen masyarakat didorong untuk lebih memperhatikan anak-anak yang memerlukan pendampingan dan perlindungan.

Menag juga menekankan pentingnya menjadikan Lebaran Yatim sebagai tradisi sosial yang semakin berkembang di Indonesia. Ia berpendapat bahwa peringatan tersebut dapat memperkuat solidaritas dan kebersamaan di antara masyarakat.

“Kalau kita menjadi orang yang lapang dada, maka seluruh dendam akan terkubur, seluruh sakit hati akan terobati, dan berbagai persoalan dapat diselesaikan,” ujar Menag.

Dia menambahkan bahwa lebaran tidak hanya terkait dengan perayaan keagamaan, tetapi juga mengarah pada pembukaan hati untuk memaafkan dan membantu sesama. Nilai-nilai ini dianggap relevan untuk dihadirkan dalam peringatan Lebaran Yatim setiap tahunnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button