Politik

Puluhan Muralis Siap Hiasi Dinding Kantor DPC PDIP Lamongan

Jakarta, Maret.id — Puluhan seniman mural akan melukis di dinding kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan Lamongan pada hari Minggu, 28 Juni 2026.

Festival mural ini digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno dan diikuti oleh berbagai tim dari kawasan Gerbangkertasusila.

Supriyo, Wakil Ketua Bidang Perekonomian, Kebudayaan, dan Pendidikan DPC PDI Perjuangan Lamongan, menyatakan bahwa ada 18 tim yang sudah terverifikasi untuk berpartisipasi.

Wilayah peserta mencakup Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Jombang, Bojonegoro, serta Tuban.

“Lima puluh persen di antaranya merupakan talenta lokal asli Lamongan,” imbuhnya.

Panitia juga menyediakan akomodasi dan konsumsi gratis bagi peserta luar kota yang lolos verifikasi.

Setiap tim yang terdiri dari 2 hingga 3 orang akan menyelesaikan karya mereka dalam waktu 6 hingga 8 jam. Mereka akan memanfaatkan ruang dinding berukuran 120 hingga 150 meter yang tersebar di delapan titik area di kantor DPC PDI Perjuangan Lamongan.

Festival ini mengusung tema “Api Perjuangan Bung Karno: Berdikari, Gotong Royong, dan Indonesia Raya.” Tema tersebut dibagi menjadi lima subtema inspiratif.

“Tujuan utama kami adalah memicu ruang ekspresi publik yang edukatif,” kata Supriyo.

Festival ini bertujuan untuk menginternalisasi pemikiran Bung Karno kepada generasi milenial dan Gen-Z melalui seni visual.

Panitia menerapkan kriteria penilaian yang ketat untuk menjaga kualitas kompetisi, dengan kategori penilaian antara lain Kesesuaian Tema, Orisinalitas Gagasan, Teknik dan Komposisi Visual, serta Penyampaian Pesan.

Peserta akan memperebutkan enam kategori juara utama serta satu kategori Juara Favorit pilihan publik.

“Semangat gerilya lewat coretan dinding di masa kemerdekaan itulah yang ingin kita teladani,” ujar Supriyo.

Use Eko Murwanto, seorang peserta dari Surabaya, menyatakan antusiasmenya mengikuti festival ini.

“Saya sangat berterima kasih kepada DPC PDI Perjuangan Lamongan yang menggelar event ini di Bulan Bung Karno,” tuturnya.

Ia merupakan pendatang baru di bidang seni jalanan dan merasa bahagia bisa berpartisipasi.

“Saat melukis, saya merasa senang dan bahagia. Kebahagiaan itu kan tidak ada tokonya,” imbuhnya.

Use Eko juga berbagi tantangannya dalam bermigrasi dari media kanvas ke dinding semen, terutama dalam hal pengeringan cat.

“Saya masih harus terus belajar dan mencari ritme,” tuturnya mengenai proses adaptasi tersebut.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lamongan, Erna Sujarwati, menegaskan bahwa seluruh karya mural yang dihasilkan tidak akan dihapus.

“Dinding kantor kami akan menjadi monumen hidup tempat ide-ide kreatif masyarakat abadi bersemi,” ucapnya optimis.

Hadirnya festival mural ini diharapkan mampu mengubah wajah kantor PDI Perjuangan Lamongan menjadi lebih dinamis dan inklusif.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button