Pelestarian Hutan Jabar Dukung Keberlanjutan Jakarta dan Sekitarnya

Jakarta, Maret.id — Kondisi tutupan hutan di Jawa Barat kini menjadi perhatian serius di kalangan legislator. Dengan angka tutupan hutan yang saat ini berada di bawah 20 persen, dampaknya dirasakan oleh daerah hilir, terutama Jakarta yang berada dalam risiko banjir yang semakin meningkat.
Pentingnya Menjaga Tutupan Hutan
Anggota Komisi IV DPR RI, Darori Wonodipuro, menekankan bahwa menjaga tutupan hutan di Jawa Barat menjadi langkah krusial untuk mencegah bencana hidrometeorologi. Ia menjelaskan bahwa berkurangnya kawasan hutan berpengaruh langsung pada kemampuan lingkungan dalam menyerap air hujan.
“Kita ini membicarakan fakta yang terjadi. Kenapa Jakarta banjir? Salah satu penyebab utamanya adalah karena tutupan lahan hutannya di Jawa Barat kurang dari 20 persen,” ungkap Darori dalam keterangan persnya pada Jumat, 26 Juni 2026.
Standar Ideal Tutupan Hutan
Menurut kajian ilmiah, tutupan hutan ideal seharusnya minimal mencapai 30 persen. Keberadaan hutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tata air dan mengurangi limpasan permukaan saat curah hujan tinggi. “Jika hutan terjaga, saat hujan sekitar 50 persen akan diserap oleh vegetasi dan tanah, sedangkan sisanya akan mengalir ke sungai,” lanjutnya.
Namun, saat ini, banyak sungai di daerah tersebut mengalami pendangkalan. Hal ini menyebabkan kapasitas tampung air berkurang, sehingga saat hujan dengan intensitas tinggi, air tidak tertampung dengan baik dan berpotensi menyebabkan banjir.
Upaya Perlindungan Ecosystem
Darori mendorong pemerintah untuk memperkuat perlindungan kawasan hutan serta mengendalikan alih fungsi lahan. Langkah ini dianggap penting agar fungsi ekologis daerah tangkapan air tetap terjaga dan kedamaian lingkungan tetap terjaga.
“Pengelolaan hutan yang sukses tidak hanya memberi dampak positif bagi lingkungan lokal. Namun, hal ini juga membawa pengaruh besar terhadap wilayah lain yang berada dalam satu kesatuan daerah aliran sungai,” tutupnya.
Dalam konteks yang lebih luas, tantangan lingkungan di Jawa Barat tidak hanya mencerminkan masalah lokal, tetapi juga dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Dengan langkah yang tepat, diharapkan suatu saat tutupan hutan dapat kembali ke angka yang ideal demi menjaga keberlanjutan lingkungan dan mengurangi risiko bencana.
