Essay Contest Djarum Beasiswa Plus: Tunjukin Gagasan Kritis Mahasiswa!

Jakarta, Maret.id — Para juri memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas gagasan yang ditampilkan para finalis dalam Final Nasional Essay Contest Djarum Beasiswa Plus yang digelar di Badung, Bali, Jumat, 26 Juni 2026.
Kompetisi yang melibatkan 533 peserta ini dinilai berhasil menghadirkan ide-ide segar sekaligus solusi atas berbagai persoalan sosial yang relevan dengan tantangan masa kini.
Kualitas Gagasan dan Orisinalitas
Jurnalis senior sekaligus pendiri Narasi, Najwa Shihab, mengatakan karya para finalis menunjukkan orisinalitas dan keberanian intelektual.
Menurut Najwa, kemampuan berpikir kritis yang tersaji dalam esai merupakan modal penting untuk mencetak calon pemimpin masa depan.
Najwa menilai bahwa perspektif baru yang ditawarkan para peserta tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga solutif.
Ia berharap pengalaman berlomba seperti ini mampu memperkaya wacana publik dan mendorong aksi nyata di kalangan generasi muda.
Peran Presentasi dalam Mengasah Gagasan
Guru Besar IPB University, Prof. Ronny Rachman Noor, menekankan pentingnya tahapan presentasi dalam kompetisi ini.
Menurut Ronny, presentasi berfungsi sebagai ruang uji untuk mempertajam dan mengembangkan kualitas gagasan yang sebelumnya ditulis dalam bentuk esai.
Ia mengingatkan peserta bahwa kemampuan menyampaikan ide secara lisan melalui diskusi konstruktif sama pentingnya dengan kemampuan menulis.
Ronny menambahkan bahwa tidak dapat menjawab sepenuhnya saat presentasi adalah bagian dari proses pembelajaran yang wajar.
Jejak Alumni dan Dampak Program
Gloria Tamba, alumni Beswan Djarum angkatan 2005/2006, berbagi pengalaman bahwa program Djarum Beasiswa Plus memberi bekal signifikan bagi perjalanan kariernya.
Ia menyebut berbagai pelatihan dan pembinaan selama program masih berguna hingga kini dan membantu dalam memasuki dunia profesional.
Penyelenggara, Bakti Pendidikan Djarum Foundation, menyatakan Essay Contest ini menjadi salah satu upaya memperkuat pembinaan generasi muda.
Program tersebut diarahkan untuk menumbuhkan daya saing intelektual, kepedulian sosial, dan kepemimpinan sebagai bekal menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kegiatan final nasional menampilkan presentasi dan sesi tanya jawab yang ketat untuk menguji kedalaman gagasan.
Selain penghargaan, kompetisi ini juga memberikan ruang bagi peserta untuk berjejaring dan mendapat masukan dari akademisi serta praktisi.
Para juri memuji keragaman topik yang diangkat, mulai dari isu pendidikan, lingkungan, hingga inovasi sosial.
Penilaian tidak hanya berfokus pada orisinalitas tetapi juga pada relevansi solusi dan kelayakan implementasinya dalam konteks lokal dan nasional.
Pihak penyelenggara menegaskan komitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa dan memperluas jangkauan pembinaan.
Program beasiswa dan kompetisi esai diharapkan dapat terus melahirkan generasi muda yang kritis, solutif, dan siap memimpin perubahan.
Para finalis yang tampil terbaik akan mendapatkan pendampingan lanjutan dan kesempatan berkontribusi dalam berbagai program pengembangan kepemimpinan.
Upaya ini diharapkan memperkuat ekosistem pembinaan talenta muda serta mendorong partisipasi aktif mereka dalam pembangunan bangsa.