Politik

Ancaman PHK Makin Terbuka di Semester Kedua 2023

Jakarta, Maret.id — Ferry Mursyidan Baldan, seorang ekonom, memprediksi adanya potensi peningkatan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat ketidakpastian ekonomi global dan melemahnya daya saing investasi Indonesia.

Menurut Ferry, situasi ketidakpastian masih mengganggu perekonomian dunia, terutama terkait kesepakatan perdamaian yang belum pasti antara Iran dan Amerika Serikat. “Ke depan saya semakin takut di semester II ini. Harga minyak juga sudah mulai naik lagi karena kredibilitas memorandum of understanding (MoU) perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat belum tentu bisa diimplementasikan,” ujarnya dalam sebuah kanal YouTube.

Ferry juga mencatat bahwa situasi geopolitik di Timur Tengah masih rentan terhadap gejolak. Ia mencermati bahwa Israel tidak dilibatkan dalam kesepakatan tersebut dan konflik di kawasan terus berlangsung. “Kondisi ini masih akan menjadi tekanan bagi ekonomi kita,” tegasnya.

Ferry mengkhawatirkan dampak dari situasi ini terhadap dunia usaha di dalam negeri. Ia menyatakan bahwa jika tekanan ekonomi masih berlanjut, gelombang PHK berpotensi semakin besar di paruh kedua tahun ini. “Langkah efisiensi yang dilakukan perusahaan besar seperti Toyota adalah sinyal yang patut diwaspadai,” imbuhnya.

Lebih jauh, Ferry mengungkapkan bahwa Indonesia kini menghadapi persaingan investasi yang ketat dengan negara lain, khususnya Vietnam. Ia menilai Vietnam lebih menarik di mata investor karena biaya produksi yang lebih rendah, regulasi yang lebih sederhana, serta kepastian kebijakan yang lebih terjaga.

“Dari sisi kebijakan, Indonesia masih menghadapi tantangan terkait perubahan yang berlangsung setiap kali ada pergantian pemerintahan,” kata Ferry. Ia menambahkan, “Investor tidak tahu lagi aturan apa yang akan dibuat setiap pergantian pemerintahan. Itu membuat Indonesia menjadi kurang menarik.”

Dengan berbagai tantangan ini, Ferry mengungkapkan pesimisme terhadap prospek ekonomi nasional dalam waktu dekat. “Jadi saya lihat ke depan Indonesia gelap,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button