Mendiktisaintek: Kolaborasi Kunci Pembangunan Berkelanjutan, Yuk!

Jakarta, Maret.id — Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing. Pernyataan itu disampaikan saat pelaporan pembukaan acara di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat, 26 Juni 2026.
Kolaborasi sebagai Pijakan Utama
Brian menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat menjadi kunci agar ilmu pengetahuan dapat menghasilkan dampak nyata bagi pembangunan bangsa. Ia menilai kolaborasi tersebut penting untuk menghadirkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan strategis Indonesia.
Sejalan dengan Arah Pembangunan Nasional
Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 mengangkat tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia” yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Brian, tema ini merefleksikan kebutuhan untuk memperkuat kapabilitas nasional dalam bidang riset, teknologi, dan inovasi untuk mendukung program prioritas pemerintah.
Peran Perguruan Tinggi yang Menguat
Brian menyatakan bahwa perguruan tinggi kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional. Perguruan tinggi diharapkan berkontribusi lebih konkret melalui pengembangan solusi teknologi dan penguatan sumber daya manusia.
Contoh Aksi dan Proyek Kolaboratif
Dalam paparannya, Brian merinci sejumlah kolaborasi yang telah berjalan sejak KSTI 2025, termasuk pengembangan genom pertanian dan varietas unggul serta teknologi pengolahan sampah yang berkelanjutan. Ia juga menyinggung riset bensin sawit, pengembangan kompor listrik, riset vaksin TBC, serta penguatan industri farmasi dan alat kesehatan sebagai contoh inisiatif konkret.
Brian menambahkan bahwa peneliti dari berbagai perguruan tinggi dilibatkan pada proyek industri seperti pengembangan industri garam, kapal nelayan listrik, dan konsep hunian vertikal. Proyek infrastruktur besar seperti Giant Sea Wall serta upaya pengembangan industri semikonduktor nasional juga disebut sebagai fokus kolaborasi yang strategis.
Rencana Rekomendasi dan Tindak Lanjut
Di akhir rangkaian kegiatan, Kemendiktisaintek berencana merumuskan rekomendasi kebijakan yang menegaskan kontribusi perguruan tinggi dalam percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Rekomendasi tersebut dimaksudkan untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah sehingga implementasi kebijakan berbasis riset menjadi lebih cepat dan terukur.
Harapan untuk Dampak Nyata
Brian berharap hasil sarasehan akan menghasilkan langkah-langkah konkret yang menghubungkan penelitian dengan kebutuhan industri dan masyarakat sehingga manfaatnya langsung dirasakan oleh publik. Ia menekankan pentingnya mekanisme pembiayaan, insentif, dan kebijakan yang mempermudah translasi hasil riset ke produk dan layanan yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Penyelenggaraan KSTI 2026 berlangsung sebagai rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mendorong integrasi antara kapasitas riset nasional dan agenda pembangunan. Dengan penguatan jejaring antar-pelaku, penyelenggara berharap Indonesia dapat meningkatkan kemandirian teknologi dan mempercepat pencapaian kesejahteraan melalui sains dan inovasi.