PDIP dan Geng Solo Beradu Pengaruh Jelang Isu Reshuffle

Jakarta, Maret.id — Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif’an, mengamati situasi politik yang semakin menghangat. Terutama terkait tuduhan terhadap PDIP yang dianggap tidak tegas dalam memilih jalur politik dengan menyebut diri sebagai mitra penyeimbang pemerintah, bukan oposisi.
Ali menjelaskan bahwa hubungan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dengan Presiden Prabowo Subianto, yang juga merupakan Ketua Umum Partai Gerindra, terbilang baik hingga saat ini. “Meskipun harus diakui, posisi PDIP itu dilema, karena hubungan Ibu Mega dengan Pak Prabowo selama ini baik,” tutur Ali.
Ali, yang juga seorang Magister Ilmu Politik dari Universitas Indonesia, menilai bahwa posisi PDIP saat ini dilakukan untuk mengurangi pengaruh Jokowi terhadap Presiden Prabowo. “Di saat bersamaan, mungkin bisa dibenarkan bahwa posisi PDIP masih berusaha adu pengaruh dengan ‘Solo’,” ujarnya.
Ali memperkirakan bahwa kemungkinan PDIP untuk bergabung dalam kabinet pemerintah Prabowo sangat terbuka. Ini seiring dengan beredarnya isu reshuffle yang akan dilakukan oleh Presiden Prabowo. Namun, ia meyakini bahwa PDIP hanya akan bergabung dalam koalisi pemerintahan jika pengaruh Solo diakhiri.
“Mungkin saja masih ada peluang PDIP masuk pemerintahan asalkan ‘pengaruh Solo’ pada Presiden Prabowo dilepas,” jelasnya.
“Karena sejauh ini, baik Ibu Mega dan kader-kader PDIP lainnya, bencinya dengan Jokowi, bukan dengan Prabowo. Artinya, PDIP khawatir jika benar-benar jadi oposisi dan menjauh dari Prabowo, nanti yang dominan adalah ‘Geng Solo’,” tambah Ali.





