Politik

Eri Perintahkan Inspektorat Periksa Kinerja Camat dan Lurah

Jakarta, Maret.id — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memerintahkan Inspektorat untuk memeriksa camat dan lurah di tiga kecamatan pasca inspeksi mendadak yang mengungkap sejumlah masalah pelayanan. Pejabat yang dinyatakan berkinerja buruk berisiko dicopot dari jabatannya.

Instruksi ini disampaikan Eri saat melantik 57 pejabat baru di Pemerintah Kota Surabaya pada Jumat (26/6/2026). “Saya instruksikan Inspektorat untuk memeriksa mereka. Kita lihat kinerjanya selama ini apa,” tegas Eri.

Eri menambahkan, hasil pemeriksaan Inspektorat akan menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pencopotan pejabat. Tiga kecamatan yang menjadi fokus adalah Sukomanunggal, Semampir, dan Sawahan.

Di Sukomanunggal, Eri mencatat masalah pasar tumpah yang belum tertata dan tumpukan sampah di saluran air. Di Semampir, ia mengkritik ketidakhadiran camat dan lurah saat terjadi kemacetan di kawasan pasar. Sementara di Sawahan, praktik parkir liar mendapat perhatian serius.

Eri juga mengungkapkan bahwa beberapa pejabat lainnya akan menjalani pemeriksaan karena tidak dapat dihubungi saat sidak. “Ada kejadian di lapangan, saya telepon dan panggil, mereka tidak ada,” ujar Eri.

Dalam arahannya, politisi PDI Perjuangan ini menegaskan pentingnya jabatan birokrasi sebagai amanah untuk melayani masyarakat. “Jabatan struktural ini bukan untuk tidur nyenyak di malam hari,” tuturnya.

Dia meminta para organisasi perangkat daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga fasilitas publik, termasuk mengawasi area yang sudah ditertibkan agar tidak disalahgunakan. “Pengawasan yang konsisten akan mencegah kerusakan fasilitas umum sekaligus menghindari pemborosan anggaran daerah,” imbuh Eri.

Eri menyoroti pentingnya penggunaan anggaran yang tepat untuk kepentingan masyarakat. “Pedestrian itu dibangun menggunakan uang rakyat. Jangan dibiarkan rusak lalu kita anggarkan lagi untuk memperbaikinya,” sambungnya.

Seluruh pejabat baru juga akan dievaluasi kinerjanya dalam enam bulan ke depan. Jika target tidak tercapai, mereka diminta untuk siap menerima konsekuensi, termasuk mengundurkan diri.

“Kota ini akan berjalan baik kalau sistem birokrasinya berjalan sebagai satu keluarga besar,” pungkas Eri.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button