Menbud Fadli: Oesman Effendi, Ikon Seni Rupa Modern!

Jakarta, Maret.id — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai Pameran “Oesman Effendi (1919–1985) Arsip dan Karya” menjadi langkah penting dalam upaya pelestarian memori kebudayaan Indonesia. Pameran itu dibuka di Galeri Nasional Indonesia dan menempatkan kembali peran Oesman Effendi dalam sejarah seni rupa modern Nusantara.
Pelestarian Memori Kebudayaan
Fadli Zon mengatakan pameran tersebut membuka ruang apresiasi sekaligus pembacaan kritis terhadap warisan pemikiran dan praktik artistik Oesman Effendi. “Pameran ini menjadi bagian dari upaya pelestarian memori kebudayaan bangsa,” ujarnya.
Menempatkan Kembali Sosok Oesman Effendi
Menurut Menbud, pameran berupaya menempatkan kembali Oesman Effendi dalam historiografi seni rupa modern Indonesia bukan hanya sebagai pelukis abstrak tetapi juga sebagai pemikir. Pameran menonjolkan perannya sebagai penghubung antara modernisme internasional dan pengalaman artistik budaya Nusantara.
Kurator Galeri Nasional Citra Smara Dewi turut hadir dalam pembukaan untuk menjelaskan konsep kuratorial pameran. Kurasi menampilkan arsip, tulisan, dan karya-karya yang selama ini kurang mendapat perhatian luas.
Isi Pameran dan Jejak Karya
Pameran memamerkan arsip, pemikiran, sketsa, dan karya akhir Oesman Effendi untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai proses berkaryanya. Karya-karya yang ditampilkan menonjolkan pendekatan abstrak konstruktif yang menjadi ciri khasnya.
Penyajian arsip turut dimaksudkan untuk memperkaya kajian akademis dan publik mengenai perkembangan seni rupa modern pascakemerdekaan. Pameran juga berfungsi sebagai sumber referensi bagi peneliti, mahasiswa seni, dan pengunjung umum.
Pernyataan Pejabat Museum
Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, menegaskan pentingnya menghadirkan kembali Oesman Effendi kepada publik sebagai bagian dari pelestarian warisan seni. Ia menilai pameran memperluas ruang apresiasi terhadap gagasan dan praktik artistik yang ditinggalkan pelukis tersebut.
Indira menambahkan inisiatif ini diperlukan untuk memastikan generasi kini memahami kontribusi para pelopor seni rupa modern dalam membentuk lanskap kebudayaan Indonesia. Menurutnya, pengenalan ulang tokoh-tokoh seperti Oesman memperkaya narasi seni nasional.
Ruang Edukasi dan Akses Publik
Pameran “Oesman Effendi (1919–1985) Arsip dan Karya” dibuka untuk umum mulai 27 Juni hingga 6 September 2026 di Gedung B lantai 1 Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Acara ini dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus apresiasi bagi masyarakat terhadap perkembangan seni rupa modern Indonesia.
Penyelenggara menyediakan materi pendukung yang membantu pengunjung memahami konteks historis dan estetika karya Oesman Effendi. Informasi mengenai jam kunjungan dan program edukasi dapat diperoleh langsung di Galeri Nasional.
Foto dokumentasi pada pembukaan menampilkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Kurator Galeri Nasional Citra Smara Dewi saat menghadiri acara di Galeri Nasional, Jakarta Pusat pada Jumat, 26 Juni 2026. Pameran ini diharapkan dapat mendorong diskusi publik serta penelitian lebih lanjut tentang warisan seni rupa modern Indonesia.