TB Hasanuddin Desak Evaluasi Latsarmil SPPI secara Menyeluruh

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Latihan Dasar Kemiliteran bagi peserta Program Siswa Pendidik Koperasi Indonesia (SPPI). Ia menekankan pentingnya pelatihan manajemen koperasi tetapi merekomendasikan agar pendekatan militer dihentikan demi keselamatan peserta.
Permintaan ini muncul setelah meninggalnya Muhammad Rifki Renaldi Gunawan saat mengikuti latihan tersebut. Dengan kejadian ini, jumlah peserta SPPI yang meninggal menjadi lima orang.
Menurut keterangan dari Kementerian Pertahanan, kelima peserta yang meninggal berasal dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Korban terakhir, Muhammad Rifki, adalah bagian dari program yang telah menimbulkan keprihatinan tersebut.
Sebelumnya, empat peserta lainnya juga dilaporkan meninggal. Di antara mereka adalah Nola Diasari yang berasal dari Satuan Pendidikan Bela Negara Kalimantan, serta Anisa Muyassaroh yang meninggal akibat heat stroke dan henti jantung.
Korban lainnya, Yonanda Muhammad Taugiq, meninggal karena cardiac arrest, sementara Novia Rahmadhani Sihotang meninggal setelah menjalani perawatan terkait tuberkulosis.
TB Hasanuddin menegaskan bahwa calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih harus mampu memperkuat tata kelola dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, materi pelatihan harus lebih berfokus pada kompetensi manajerial dan pengelolaan koperasi.
Ia menginginkan peserta dilengkapi dengan pengetahuan mengenai kepemimpinan, kewirausahaan, dan akuntansi sebagai persiapan untuk mengembangkan usaha koperasi. “Pelatihan manajemen koperasi harus tetap berjalan karena sangat dibutuhkan. Namun latihan dasar kemiliteran yang justru merenggut nyawa peserta sudah saatnya dihentikan dan diganti dengan metode pembinaan yang lebih relevan,” ucap TB Hasanuddin.
Ia berharap kejadian tragis ini dapat menjadi momentum untuk memperbaiki desain pelatihan SPPI secara menyeluruh. Peningkatan kualitas sumber daya manusia seharusnya selaras dengan perlindungan keselamatan semua peserta.



