Wapres Gibran Dukung Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik

Jakarta, Maret.id — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi fasilitas produksi motor listrik United E-Motor Plant 3 yang terletak di Curug, Tangerang. Dalam kunjungan ini, Wapres meninjau proses produksi serta konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik.
Wapres Gibran menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. “United E-Motor Plant 3 merupakan salah satu fasilitas produksi PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) yang dirancang untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik nasional,” ujar Gibran.
Fasilitas ini tidak hanya memproduksi motor listrik baru, namun juga menyediakan layanan konversi kendaraan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Gibran juga melihat secara langsung berbagai tahapan proses manufaktur, mulai dari perakitan komponen hingga pengujian kualitas dan proses konversi kendaraan.
Direktur PT Terang Dunia Internusa Tbk, Henry Mulyadi, mengungkapkan bahwa melalui fasilitas ini, perusahaan berkomitmen untuk menghadirkan solusi mobilitas ramah lingkungan serta memperkuat rantai pasok industri otomotif listrik di Indonesia. “Merupakan sebuah kehormatan bagi kami dapat menerima kunjungan Bapak Wakil Presiden,” ucapnya.
Dia menambahkan bahwa kunjungan ini akan menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus berinovasi dalam menghadirkan produk dan teknologi kendaraan listrik yang berkualitas. Henry juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas produksi serta memperkuat tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan pelaku industri semakin kuat dalam mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional. “United E-Motor juga optimistis dapat terus berkontribusi dalam menyediakan produk-produk inovatif yang memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia dan mendukung target pengurangan emisi karbon serta pembangunan industri hijau di masa depan,” kata Henry.



