Sinergi Pemerintah dan Industri Dinilai Kunci Menghadapi Tantangan Geopolitik

Jakarta, Maret.id — Kondisi geopolitik global saat ini menjadi tantangan serius bagi Indonesia dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional, yang berpotensi mengancam ketersediaan pasokan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, sektor hulu minyak dan gas (migas) perlu meningkatkan produksi serta mempercepat kegiatan eksplorasi melalui kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku industri.
Ancaman Geopolitik dan Tantangan Industri Hulu Migas
Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association (IPA), Marjolijn Wajong, menilai rantai pasok energi sangat rentan terhadap gejolak geopolitik sehingga Indonesia harus mengurangi ketergantungan pada impor dengan memperkuat produksi dalam negeri. “Situasi global saat ini menunjukkan rantai pasok energi sangat rentan terhadap gejolak geopolitik. Indonesia perlu mengantisipasi hal ini dengan memperkuat produksi dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada impor,” ujarnya, Selasa, 12 Mei 2026.
Wajong mengingatkan bahwa lebih dari 50 persen cekungan migas di Indonesia belum dieksplorasi, banyak di antaranya berada di wilayah timur dan laut dalam yang memerlukan teknologi tinggi dan investasi besar. Selain tantangan teknis, industri menghadapi kebutuhan investasi yang besar dan risiko eksplorasi yang tinggi. Menurutnya, kebijakan pemerintah yang konsisten, kepastian hukum, percepatan perizinan, serta skema fiskal yang kompetitif merupakan kunci untuk menarik investor dan mendorong penemuan cadangan baru.
IPA Convex ke-50: Forum Strategis Percepat Investasi dan Kolaborasi
Sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi, IPA kembali menyelenggarakan konferensi dan pameran tahunan IPA Convention and Exhibition (IPA Convex). Tahun ini acara digelar untuk ke-50 kalinya dengan tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth” pada Rabu–Jumat, 20–22 Mei 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Ketua Panitia IPA Convex 2026, Teresita Listyani, menyatakan perhelatan kali ini tidak hanya menjadi refleksi perjalanan panjang industri hulu migas, tetapi juga forum strategis untuk membahas masa depan ketahanan energi nasional. “IPA Convex menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, hingga generasi muda dalam mendukung ketahanan energi nasional dan menciptakan iklim investasi yang semakin kompetitif,” ujar Teresita.
Acara akan menghadirkan lebih dari 200 exhibitor dan lebih dari 200 presentasi teknikal yang membahas isu strategis sektor energi, mulai dari eksplorasi, teknologi, transisi energi, hingga investasi hulu migas. Rangkaian pembukaan yang dijadwalkan pada 20 Mei 2026 akan dipimpin oleh Presiden RI Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, mencakup penandatanganan kontrak strategis, laporan kementerian, serta kunjungan VIP ke area pameran.
Forum dan Dukungan Industri
Selain pameran dan konferensi utama, IPA Convex 2026 menyelenggarakan forum strategis seperti Plenary Session, Concurrent Session, dan Innovative Energy Solutions yang mempertemukan pemerintah, perusahaan energi global, investor, dan penyedia teknologi untuk membahas solusi menghadapi tantangan energi di masa depan. Panitia juga menggelar Journalist Writing Competition yang berlangsung sejak Januari hingga 21 Mei 2026 untuk memperkuat keterlibatan media.
Dukungan industri terlihat dari daftar sponsor acara, yang menandakan komitmen para pelaku energi terhadap platform ini. Untuk kategori Titanium Sponsor hadir PT Pertamina Hulu Energi, Mubadala Energy, dan bp Indonesia. Kategori Platinum didukung oleh MedcoEnergi, PETRONAS Indonesia, ExxonMobil Indonesia, PT Energi Mega Persada Tbk (EMP), KUFPEC, S&P Global Energy, dan SK Innovation. Sementara Gold Sponsor antara lain INPEX, Jadestone Energy, McDermott, Accenture Indonesia, dan JAPEX; dan Silver Sponsor melibatkan PT Donggi Senoro LNG, SLB, Harbour Energy, serta Subsea7.
Dengan agenda yang menitikberatkan pada percepatan eksplorasi dan investasi, penyelenggara berharap IPA Convex 2026 menjadi platform yang menghasilkan kolaborasi nyata untuk mengoptimalkan potensi migas nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.



