Di KSTI 2026, Menteri Brian Dorong Dosen dan Peneliti Riset

Jakarta, Maret.id — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa perguruan tinggi memegang peranan penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi Indonesia. Hal ini dicapai melalui penguatan riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Pernyataan tersebut disampaikan saat pembukaan Sarasehan Kebangsaan dalam acara Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026. Forum ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat.
“Melalui Sarasehan Kebangsaan ini kami ingin menguatkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar sains dan teknologi menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan Indonesia,” ucap Brian Yuliarto, Mendiktisaintek. Ia juga menyatakan bahwa antusiasme peserta terhadap KSTI 2026 sangat tinggi.
Acara ini dihadiri lebih dari 2.600 peserta, termasuk 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi vokasi, pimpinan perguruan tinggi, sekitar 1.600 dosen dan ilmuwan, 300 peneliti BRIN, serta lebih dari 600 mitra kolaborasi dari Kemendiktisaintek.
Brian menambahkan bahwa sejak KSTI pertama diadakan pada 2025 atas inisiatif Presiden Prabowo Subianto, banyak hasil kolaborasi riset yang telah dicapai di berbagai sektor strategis. Beberapa di antaranya adalah pengembangan genom pertanian, teknologi pengolahan sampah, dan riset energi terbarukan.
“Kami akan merumuskan kontribusi konkret perguruan tinggi untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas nasional yang telah dicanangkan Presiden,” ucap Brian. Dengan KSTI 2026, Kemendiktisaintek berharap perguruan tinggi dapat berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian serta motor penggerak transformasi ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.





