Revitalisasi Sekolah Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Ekonomi

Jakarta, Maret.id — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas sarana belajar. Program ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap mutu pendidikan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar sekolah.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan prioritas Presiden Prabowo Subianto. Ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.
“Revitalisasi merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk membangun dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman sehingga anak-anak kita lebih bersemangat dalam belajar,” ucap Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis, Sabtu 27 Juni 2026.
Menurutnya, revitalisasi bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Diharapkan, peningkatan kualitas pendidikan ini dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.
Salah satu dampak dari program ini terlihat di SD Negeri 05 Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Sebelum revitalisasi, sekolah tersebut memiliki fasilitas terbatas yang tidak mendukung proses belajar mengajar.
Kepala SD Negeri 05 Pontianak Timur, Bona Ventura, mengungkapkan bahwa kondisi sekolah kini telah berubah signifikan. Ia mengatakan bahwa siswa datang dengan lebih antusias dan guru dapat mengajar dengan lebih nyaman.
“Para siswa kini datang dengan wajah gembira dan rasa bangga yang tinggi terhadap sekolah. Para guru kini bekerja dengan ketenangan dan kenyamanan yang lebih besar sehingga mereka sepenuhnya dapat mencurahkan perhatian pada pembelajaran,” ujar Bona.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa manfaat revitalisasi tidak hanya dirasakan oleh warga sekolah, tetapi juga masyarakat sekitar yang merasakan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi lokal. “Revitalisasi ini bukan hanya sekadar bangunan, tetapi bukti bahwa pemerintah hadir dalam membangun pendidikan hingga ke ruang yang paling kecil,” ujarnya.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa Pemkot Pontianak terus mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi dan pembangunan sekolah. Upaya tersebut diperkuat melalui program revitalisasi dari pemerintah pusat yang telah menjangkau 15 satuan pendidikan pada 2025 dan dilanjutkan ke 12 satuan pendidikan pada 2026.
Dengan demikian, total 27 sekolah di Pontianak telah mendapatkan manfaat dari program revitalisasi. Edi menargetkan sekitar 95 persen sarana dan prasarana pendidikan di Kota Pontianak dalam kondisi baik dan representatif pada tahun 2029. Ia menilai sinergi pemerintah pusat dan daerah sangat penting dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan, termasuk penguatan fasilitas pembelajaran berbasis digital.



