Anak Muda Papua Berperan Penting dalam Penjagaan Perdamaian

Jakarta, Maret.id — Generasi muda Papua diingatkan agar tidak sekadar menjadi penonton dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi daerah mereka. Mereka diharapkan untuk menjadi pelopor perubahan yang membawa solusi, kata Prayoga dalam Diskusi Publik “Suara Anak Muda Papua” di Timika, Kamis, 25 Juni 2026.
“Papua memiliki modal besar untuk maju, mulai dari kekayaan sumber daya alam, keragaman budaya, hingga potensi generasi mudanya,” ujar Prayoga. Namun, ia menekankan bahwa Papua masih menghadapi tantangan serius seperti kesenjangan pembangunan dan rendahnya akses pendidikan.
Selain itu, Prayoga juga mencatat tingginya angka pengangguran dan minimnya partisipasi anak muda dalam proses pengambilan keputusan. “Anak muda Papua bukan hanya pewaris masa depan, tetapi penentu arah perubahan hari ini,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan Papua memerlukan peran aktif generasi muda dalam berbagai sektor. Mulai dari pendidikan hingga organisasi kemasyarakatan dan kewirausahaan, semua ini membuktikan bahwa keterlibatan muda sangat dibutuhkan.
“Perdamaian di Papua harus dipahami sebagai hadirnya rasa aman, keadilan, dan saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat,” tutur Prayoga. Ia mengajak generasi muda untuk menjadi jembatan persatuan dengan mengedepankan dialog dan musyawarah.
“Mari kita tolak politik kebencian dan provokasi. Keberagaman yang dimiliki Papua harus menjadi kekuatan dalam membangun daerah, bukan sumber perpecahan,” ujarnya. Prayoga juga menyoroti pentingnya literasi digital bagi generasi muda.
“Media sosial harus dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang edukatif dan optimistis,” tegasnya. Ia mengingatkan agar media sosial tidak digunakan untuk menyebarkan informasi hoaks yang dapat memecah belah masyarakat.
Dalam konteks demokrasi, Prayoga menyampaikan bahwa partisipasi politik anak muda tidak cukup hanya saat pemilu. “Mereka harus aktif mengawal pemerintahan melalui kritik bersifat objektif dan solutif,” tambahnya.
“Suara anak muda harus menjadi suara perubahan,” imbuh Prayoga. Ia berharap lebih banyak anak muda Papua berani mengambil peran sebagai pemimpin dan aktivis sosial untuk memperkuat sumber daya manusia dan memajukan daerah.
“Papua membutuhkan generasi muda yang menjadi penjaga perdamaian dan penggerak pembangunan,” tutup Prayoga.





