Nasional

Kemhan Jelaskan Penyebab Peserta Latsarmil Meninggal TBC

Jakarta, Maret.id — Lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan dan Kampung Nelayan Merah Putih meninggal dunia saat mengikuti Latihan Bela Negara dan Manajerial (Latsarmil). Salah satu korban adalah Novia Rahmadhani Sihotang.

Menurut catatan medis, Novia meninggal dunia akibat tuberkulosis (TBC). Hal ini disampaikan oleh Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, dalam konferensi pers pada Sabtu, 27 Juni 2026.

“Pada Selasa, 23 Juni 2026, pukul 15.13 WIB, dokter menyatakan almarhumah meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, almarhumah meninggal dunia akibat tuberkulosis,” ujar Ketut Gede Wetan.

Ia menjelaskan kronologi kejadian menjelang kematian Novia. Novia datang ke unit kesehatan dengan keluhan batuk berdahak, sesak napas, dan demam pada Senin, 22 Juni 2026. Setelah pemeriksaan awal, ia diberikan terapi dan terus dipantau oleh tim medis.

Namun, kondisi Novia memburuk pada Selasa, 23 Juni 2026, dan ia langsung dirujuk ke Rumah Sakit dr Esnawan Antariksa, Jakarta. “Di rumah sakit dilakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk foto thorax yang menunjukkan tuberkulosis paru aktif, dan dilakukan perawatan intensif di ruang ICU isolasi. Pukul 15.00 WIB, kondisi pasien menurun dan tim medis melakukan resusitasi, namun pada pukul 15.13 WIB, dokter menyatakan almarhumah meninggal dunia,” jelasnya.

Sementara itu, Letkol TNI dokter Ihsan dari tim kesehatan Kementerian Pertahanan mengungkapkan bahwa pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pelatihan telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Pemeriksaan tersebut mencakup laboratorium, pemeriksaan fisik, dan rontgen.

Ihsan menyatakan bahwa pada pemeriksaan awal, tidak ditemukan TBC pada tubuh Novia. Namun, saat dirawat di Rumah Sakit Esnawan, diagnosis menunjukkan adanya TBC. “Saat pemeriksaan ronsen tidak terdapat TBC, namun diagnosis terakhir dari rumah sakit adalah TBC. Sebelumnya, kami mendiskusikan bahwa ini bukan TBC, melainkan pneumonia atau infeksi paru-paru yang disebabkan oleh virus,” kata dokter Ihsan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button