Menteri KKP Prediksi Kampung Nelayan Hasilkan 2,8 Juta Ton Ikan

Jakarta, Maret.id — Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menargetkan pembangunan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih rampung pada akhir 2026. Target tersebut akan meningkat menjadi 5.000 titik Kampung Nelayan Merah Putih pada akhir tahun 2029.
Trenggono mengungkapkan bahwa kehadiran 1.369 Kampung Nelayan diprediksi dapat meningkatkan produk perikanan di Indonesia. Ia memperkirakan sebanyak 2,8 juta ton hasil perikanan dapat dihasilkan dari 1.369 titik tersebut.
“Kemarin, Presiden meminta saya untuk membangun sampai akhir 2029 itu 5.000 titik. Dari 1.300 ini saja, itu kira-kira 2,8 juta ton,” ucap Trenggono.
Ia menambahkan, optimalisasi teknologi penyimpanan ikan modern menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas. Nelayan akan difasilitasi dengan slurry ice yang dapat menjaga kesegaran ikan selama beberapa hari.
“Nelayan ke laut sudah menggunakan slurry es yang bisa bertahan sampai 3 hari, dan kualitasnya sangat bagus. Ikannya tetap fresh,” ujar Trenggono.
Trenggono berharap manajer Kampung Nelayan dapat memastikan seluruh fasilitas dikelola dengan baik untuk menunjang kegiatan para nelayan. Pemerintah juga merencanakan pemasangan mini processing di kampung nelayan.
Fasilitas tersebut dapat mewadahi hasil tangkapan ikan untuk langsung di vakum dan dipacking. Dengan adanya Kampung Nelayan, pemerintah ingin mengembangkan pengolahan produk perikanan cepat atau fast food dalam rangka memperkuat rantai pasok perikanan.
“Tujuannya adalah meningkatkan ketelusuran ikan dan kualitas produk yang ditangkap,” kata Trenggono.
Kampung Nelayan juga tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga memperbaiki kualitas ikan dan meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir.



