Nasional

Kemendiktisaintek dan Kementan Kolaborasi Tingkatkan Swasembada Pangan

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) bersama Kementerian Pertanian memperkuat kolaborasi strategis. Tujuan kolaborasi ini adalah untuk mempercepat hilirisasi hasil riset perguruan tinggi demi mendukung swasembada pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran krusial sebagai sumber inovasi yang dapat mengatasi berbagai tantangan di sektor pertanian. Ia menekankan pentingnya penerapan hasil penelitian di lapangan agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin hasil penelitian kampus segera diterapkan agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Brian Yuliarto.

Kolaborasi ini telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berbagai perguruan tinggi di Indonesia telah menciptakan inovasi yang diaplikasikan oleh Kementerian Pertanian. Misalnya, benih unggul padi dari IPB, traktor dan alat panjat kelapa dari ITS, serta benih jagung dari Universitas Hasanuddin.

“Inovasi dari perguruan tinggi mampu menciptakan lompatan produktivitas pertanian,” ucap Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Dia juga mengungkapkan bahwa varietas padi yang dikembangkan IPB dapat meningkatkan produktivitas dari 5,5 ton menjadi 9 ton per hektare, dengan potensi mencapai 13,9 ton.

Di bidang peternakan, riset Universitas Gadjah Mada berhasil menghasilkan sapi dengan bobot hingga satu ton. “Kalau Indonesia ingin menjadi negara yang kuat, tumpuannya adalah inovasi dan penemuan baru dari kampus,” ujar Andi Amran Sulaiman di Jakarta.

Mendikti Saintek juga menginformasikan bahwa Kementerian Pertanian telah meminta daftar produk dan teknologi hasil riset perguruan tinggi yang bakal dihilirisasikan. Beberapa produk juga berpeluang dibeli langsung oleh Kementerian Pertanian untuk mempercepat pemanfaatan di lapangan.

“Kemitraan ini adalah momentum penting untuk memperkuat ekosistem riset nasional,” kata Brian Yuliarto. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini akan mempercepat lahirnya inovasi yang mendukung swasembada berbagai komoditas strategis.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button