Prabowo Hadiri Penutupan Saresehan KSTI 2026 di JCC Jakarta

Jakarta, Maret.id — Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara sarasehan di Jakarta disambut antusias oleh sekitar 2.600 akademisi, termasuk guru besar, rektor, dan peneliti dari seluruh Indonesia.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya menyatukan potensi bangsa untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. “Semua potensi seluruh bangsa harus bersatu, harus mengeluarkan segala pemikiran, segala inisiatif untuk kebaikan kita bersama, untuk survival kita, untuk kelangsungan hidup bangsa Indonesia,” tegasnya.
Presiden Prabowo juga menyerukan agar universitas berfungsi sebagai ruang kebebasan akademik. “Universitas adalah tempat di mana gagasan-gagasan diadu, adu gagasan, adu pandangan, adu filosofi, adu inovasi,” tuturnya. Ia menjelaskan bahwa kebebasan akademis harus dipertahankan tanpa mencampuri aspek lainnya.
Dalam kesempatan ini, Prabowo menyampaikan apresiasi atas masukan yang diterima dari peserta. Masukan tersebut mencakup usulan beasiswa doktor bagi dosen dan penguatan riset serta inovasi nasional. “Rekomendasi yang masuk akan dipelajari dan ditindaklanjuti pemerintah untuk memperkuat daya saing Indonesia di bidang sains, teknologi, dan industri,” imbuhnya.
Presiden juga menyoroti pentingnya kerja sama dengan institusi luar negeri dan keterlibatan kampus dalam berbagai bidang. “Kami akan berupaya mewujudkan usulan tersebut, dan banyak lagi hal yang perlu kita selesaikan,” pungkasnya.





