Nasional

Mentrans Tegaskan Transmigrasi Bisa Ciptakan Ribuan Lapangan Kerja

Jakarta, Maret.id — Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa program transmigrasi memiliki potensi untuk membuka puluhan ribu lapangan kerja di berbagai kawasan. Menurutnya, paradigma transmigrasi mengalami perubahan signifikan, dengan fokus baru yang menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Iftitah mengemukakan bahwa pengembangan kawasan Rempang-Galang di Kepulauan Riau, yang memiliki 150 hektare lahan transmigrasi, hanya mencakup 75 kepala keluarga. Kawasan tersebut kini direncanakan menjadi kawasan industri galangan kapal yang berpotensi membuka sekitar 20 ribu kesempatan kerja.

“Sekarang, lahan yang sama bisa menjadi kawasan industri yang membuka kesempatan kerja hingga 20 ribu orang. Dampaknya tentu jauh lebih besar bagi masyarakat,” kata Iftitah dalam keterangan tertulisnya pada Minggu, 28 Juni 2026.

Iftitah menegaskan bahwa transformasi transmigrasi tidak berarti mengabaikan hak masyarakat. Fokus utama adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan kawasan transmigrasi agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. “Dulu transmigrasi orientasinya membagi tanah. Sekarang orientasi kita menciptakan kesejahteraan bagi jauh lebih banyak orang melalui investasi, industrialisasi, dan penciptaan lapangan kerja,” ucapnya.

Menteri Iftitah menjelaskan bahwa tahap awal pembangunan kawasan Rempang-Galang diperkirakan akan menyerap antara 1.000 hingga 3.000 tenaga kerja konstruksi sebelum kawasan industri beroperasi sepenuhnya. Transformasi transmigrasi ini mengubah pendekatan Pemerintah dalam membangun kawasan, dengan fokus pada pembangunan ekosistem ekonomi yang terintegrasi.

“Transmigrasi hari ini tidak lagi hanya berbicara soal kepemilikan lahan. Tetapi bagaimana kawasan itu mampu menghadirkan pekerjaan, investasi, pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Proyek pembangunan kawasan transmigrasi akan melibatkan kolaborasi dengan pemerintah, sektor industri, pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur, dan investasi. Hal ini bertujuan agar setiap kawasan tumbuh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Kita ingin masyarakat datang bukan hanya mendapatkan rumah atau tanah, tetapi juga memperoleh kesempatan kerja dan masa depan yang lebih baik. Itulah arah baru transformasi transmigrasi,” pungkasnya.

Kementrian Transmigrasi optimis bahwa kawasan-kawasan transmigrasi akan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ini diharapkan dapat menarik investasi, membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi daerah, dan mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button