Gaya Hidup

Misi Swift Boost Siap Ngegas 30 Juni 2026!

Jakarta, Maret.id — Misi komersial untuk menaikkan kembali orbit Observatorium Neil Gehrels Swift milik NASA dijadwalkan meluncur paling cepat pada 30 Juni 2026 dari Atol Kwajalein, Republik Kepulauan Marshall. Peluncuran ini menggunakan roket Pegasus XL yang dibawa oleh pesawat pembawa Stargazer untuk menempatkan satelit servis LINK ke orbit target.

Misi dan Jadwal Peluncuran

LINK, satelit servis buatan Katalyst Space, akan diluncurkan pada akhir Juni dan kemudian melakukan manuver menuju Swift untuk menangkap dan menaikkan kembali orbitnya. Proses pengangkatan orbit diperkirakan akan berlangsung selama beberapa bulan karena LINK akan secara bertahap mendorong Swift agar terhindar dari masuknya kembali ke atmosfer Bumi.

Stargazer akan mengudara dari fasilitas peluncuran di Kwajalein untuk melepaskan Pegasus XL yang membawa LINK ke ketinggian awal. Jika misi berjalan sesuai rencana, tindakan ini mencegah Observatorium Swift mengalami reentry yang diperkirakan bisa terjadi pada akhir tahun akibat penurunan orbit.

Teknologi yang Digunakan

Satelit servis LINK memiliki bobot sekitar 399 kilogram dan tinggi sekitar 1,5 meter dengan panel surya yang membentang hampir enam meter. LINK dilengkapi tiga pendorong ion untuk manuver halus serta tiga lengan robotik yang dirancang untuk menangkap dan mengamankan Swift sebelum menaikkan orbitnya.

Peluncuran menggunakan Pegasus XL yang diluncurkan udara oleh Stargazer mencerminkan kombinasi teknologi pesawat pembawa dan roket udara-ke-ruang angkasa. Pendekatan ini memungkinkan peluncuran dari lokasi terpencil seperti Kwajalein dan memberikan fleksibilitas pada jendela peluncuran.

Alasan Operasional dan Risiko

Atmosfer bagian atas Bumi menimbulkan hambatan aerodinamis pada satelit di orbit rendah sehingga tanpa sistem propulsi orbit mereka akan menurun secara bertahap. Aktivitas matahari yang meningkat belakangan ini memperbesar hambatan tersebut sehingga Swift, yang diluncurkan pada November 2004, berisiko cepat kehilangan ketinggian.

Dengan intervensi menggunakan LINK, NASA berharap mencegah kehilangan salah satu observatorium paling produktif untuk pemantauan fenomena sementara semesta. Selain itu, menghindari reentry juga mengurangi potensi risiko puing antariksa yang tidak terkontrol.

Manfaat Ilmiah dan Komersial

Observatorium Swift dikenal karena kemampuannya mengamati fenomena sementara di berbagai panjang gelombang dan mengoordinasikan pengamatan lanjutan antar fasilitas di seluruh dunia. Menjaga kelanjutan operasi Swift berarti menjaga aliran data penting untuk studi ledakan sinar gamma, kilatan sinar-X, dan peristiwa transien lainnya.

Secara komersial, misi ini menjadi uji layanan satelit komersial Amerika Serikat untuk layanan perpanjangan masa operasional satelit ilmiah. Keberhasilan LINK bisa membuka pasar baru berupa servis on-orbit untuk memperpanjang umur satelit pemerhati maupun komersial.

S. Bradley Cenko, yang menjabat sebagai peneliti utama misi Swift di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, menyatakan bahwa Swift adalah alat penting bagi komunitas astronomi untuk mempelajari alam semesta. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara badan antariksa dan perusahaan komersial menunjukkan model baru pemeliharaan aset antariksa.

Proses Penangkapan dan Pengangkatan Orbit

Setelah memasuki orbit yang diinginkan, LINK akan melakukan serangkaian manuver rendezvous yang hati-hati untuk mendekati Swift. Metode penangkapan akan memanfaatkan lengan robotik untuk mengamankan satelit dan kemudian pendorong ion akan digunakan untuk menaikkan orbit secara bertahap.

Pengangkatan orbit dilakukan dengan memperhitungkan stabilitas struktur Swift dan kebutuhan operasionalnya sehingga proses berjalan secara perlahan dan terkontrol. Tim operasi akan memantau terus kondisi kedua kendaraan sepanjang fase ini untuk memastikan keselamatan dan efektivitas manuver.

Implikasi Jangka Panjang

Jika terbukti berhasil, teknik servis satelit seperti yang digunakan LINK dapat menjadi solusi untuk memperpanjang umur satelit kritis tanpa biaya penuh peluncuran pengganti. Pendekatan ini juga berpotensi mengubah strategi pengelolaan armada satelit, mengutamakan pemeliharaan on-orbit dan pengurangan sampah antariksa.

Komunitas ilmiah akan terus mengikuti perkembangan misi ini karena hasilnya berdampak langsung pada kemampuan observasi dan perencanaan misi masa depan. Keberhasilan misi juga akan menjadi tolok ukur kesiapan industri komersial untuk layanan serupa pada satelit-satelit penting lainnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button