UD Lomang Panas Jaya Medan Laris Sampai 300 Porsi!

Jakarta, Maret.id — Penjualan lomang atau lemang khas Mandailing di Medan terus menunjukkan permintaan tinggi, dengan UD Lomang Panas Jaya mencatat penjualan hingga 300 porsi sehari pada akhir pekan. Fenomena ini mencerminkan kuatnya kecintaan masyarakat terhadap kuliner tradisional yang tetap relevan lintas generasi.
Pemilik UD Lomang Panas Jaya, M. Nursalim Lubis, mengatakan pada siang hari saja sekitar 150 porsi sudah habis terjual. Ia kemudian menyiapkan tambahan sekitar 150 porsi lagi untuk memenuhi permintaan hingga sore hari, kata Nursalim dalam perbincangan pada Minggu, 28 Juni 2026.
Penjualan Tinggi pada Akhir Pekan
Tingginya penjualan terutama terjadi pada akhir pekan dan hari libur ketika kunjungan pelanggan meningkat signifikan. Lonjakan permintaan ini mendorong pemilik untuk selalu menambah stok agar tidak mengecewakan pelanggan.
Permintaan yang terus meningkat membuat UD Lomang Panas Jaya kerap harus mengatur jadwal produksi dengan ketat. Produksi yang tersusun rapi menjadi kunci agar kualitas tetap konsisten meski volume meningkat.
Awal Usaha dan Tradisi
Nursalim menceritakan usaha itu bermula dari lapak sederhana pada 1997, ketika ia membakar lomang sebagai bagian dari tradisi masyarakat Mandailing menjelang malam Lebaran. Berawal dari membakar sekitar 43 batang untuk tradisi keluarga, antusiasme masyarakat mendorongnya membuka usaha secara lebih serius pada 2007.
Perkembangan usaha tersebut menunjukkan bagaimana tradisi kuliner lokal dapat bertransformasi menjadi sumber pendapatan yang stabil. Seiring waktu, teknik dan resep dipertahankan untuk menjaga otentisitas rasa lomang Mandailing.
Ciri Khas dan Bahan Baku
Lomang yang dijual di UD Lomang Panas Jaya secara teknis tidak berbeda jauh dari lemang yang dikenal di daerah lain, perbedaan utama hanya pada sebutan lokal sebagai “lomang”. Bahan utama tetap beras ketan dan santan yang dimasak di dalam bambu, sementara setiap bambu digunakan sekali pakai untuk menjaga kualitas hasil olahan.
Sebagai pelengkap, setiap porsi disajikan bersama selai srikaya khas Medan, dan saat musim durian tersedia pilihan selai durian atas permintaan pelanggan. Pilihan selai ini menjadi nilai tambah yang disukai berbagai kalangan, dari anak muda hingga orang tua.
Harga dan Kebijakan Produksi
Saat ini harga satu porsi lomang beserta selai dibanderol Rp45.000, naik Rp5.000 menyusul kenaikan harga bahan baku yang mulai berlaku sejak 26 Juni 2026. Untuk menjaga kualitas produk, Nursalim memilih menggunakan beras ketan dari luar daerah karena menurut pengalamannya bahan tersebut memiliki mutu lebih baik dan konsisten menjaga cita rasa.
Daya Tarik dan Pelanggan
Kuliner tradisional seperti lomang masih diminati banyak kalangan, dan hal ini tercermin dari pelanggan yang datang tidak hanya pada momen tertentu tetapi juga pada hari biasa. Kombinasi cita rasa tradisional dan ketersediaan pelengkap yang variatif menjadi faktor utama daya tariknya.
Lokasi dan Akses
UD Lomang Panas Jaya berlokasi di Jalan Flamboyan Raya Nomor 5, Tanjung Selamat, Medan Tuntungan. Lokasi yang mudah dijangkau membuat tempat ini menjadi tujuan bagi warga yang ingin menikmati lomang khas Mandailing.
Kesiapan Menghadapi Permintaan
Untuk mengantisipasi lonjakan pelanggan, pemilik tetap berfokus pada pengendalian kualitas dan penataan produksi. Langkah-langkah tersebut dianggap penting agar usaha tradisional ini dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan kuliner modern.