Nasional

Menteri Ekraf Sebut Ekonomi Kreatif Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta, Maret.id — Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif diharapkan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyatakan pentingnya dukungan data yang akurat untuk menyusun kebijakan pemerintah yang efektif.

Riefky mengungkapkan capaian sektor ekonomi kreatif pada 2025 menunjukkan tren positif. Realisasi investasi dan nilai ekspor dari sektor ini melampaui target yang ditetapkan pemerintah.

“Saya ingin menekankan niat kita bersama menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional,” ucap Riefky di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Ia menambahkan, realisasi investasi di sektor ekonomi kreatif mencapai 134 persen dari target pemerintah. Sementara nilai ekspor sektor ini tercatat sebesar USD31,9 miliar atau sekitar 120 persen dari target.

Riefky juga menjelaskan bahwa sektor ekonomi kreatif bersifat inklusif dan padat karya, di mana sebagian besar tenaga kerja merupakan perempuan. “Inklusif berarti banyaknya keterlibatan tenaga kerja,” kata Riefky.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan pertumbuhan ekonomi kreatif pada 2025 mencapai 6,86 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,11 persen.

“Pertumbuhan ekonomi kreatif secara konsisten selalu lebih tinggi dari ekonomi nasional selama dua tahun terakhir,” ujar Amalia.

Amalia menambahkan, sektor ekonomi kreatif mampu menyerap 27,4 juta tenaga kerja pada 2025. Ini setara dengan 18,7 persen dari total penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button