Kakorlantas Siapkan Strategi Capai Zero Over Dimension dan Atasi Overload 2027

Jakarta, Maret.id — Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyiapkan strategi komprehensif menuju program Zero Over Dimension dan Overload 2027, dengan fokus pada kolaborasi lintas sektor serta penguatan tahapan sosialisasi, edukasi, dan penegakan hukum di lapangan.
Irjen Agus menyatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan disampaikan saat memberikan arahan kepada personel Korlantas Polri di Jakarta pada Selasa, 12 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa penanganan kendaraan over dimension dan overload tidak dapat dilakukan secara instan, sehingga diperlukan perencanaan berjenjang sebelum penindakan maksimal diberlakukan.
Strategi dan tahapan pelaksanaan
Irjen Agus meminta satuan penegakan hukum (Ditgakkum) dan bidang operasional Korlantas untuk menyusun formulasi pelaksanaan yang matang. Tahapan tersebut mencakup sosialisasi dan edukasi kepada pelaku angkutan barang, serta penyusunan mekanisme penindakan yang jelas agar penegakan hukum berlangsung efektif dan adil.
Menurutnya, persiapan yang sistematis diperlukan agar aparat di lapangan siap menjalankan kebijakan. Sosialisasi awal dinilai penting untuk memberikan pemahaman kepada pelaku usaha transportasi mengenai batasan dimensi dan muatan kendaraan, sebelum sanksi diberlakukan secara penuh.
Sinergi lintas sektor dan tujuan keselamatan
Korlantas menilai keberhasilan program Zero Over Dimension dan Overload 2027 bergantung pada sinergi antara Polri, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait seperti sektor logistik dan operator angkutan. Kolaborasi ini diperlukan untuk menyelaraskan regulasi, pengawasan, serta langkah preventif di jalan raya.
Selain menekan praktik over dimension dan overload, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mendukung ketertiban lalu lintas, dan memperlancar arus transportasi nasional. Dengan persiapan dan koordinasi yang matang, Irjen Agus berharap implementasi program dapat berjalan optimal dan turut membentuk budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.



