Charlie Hebdo terbitkan kartun kontroversial tentang Deschamps setelah kematian ibunya

Jakarta, Maret.id — Kegemparan terjadi di Prancis setelah majalah Charlie Hebdo menerbitkan kartun yang menyinggung pelatih tim nasional Didier Deschamps. Kartun tersebut menampilkan Deschamps bersama guci abu ibunya, Ginette Deschamps, yang meninggal dunia pada Selasa pekan lalu.
Deschamps seharusnya memimpin timnya dalam pertandingan terakhir fase grup melawan Norwegia, namun ia memilih untuk kembali ke Prancis untuk menghadiri pemakaman ibunya. Meski demikian, tim Prancis sukses meraih kemenangan dengan skor 1-4.
Beberapa jam setelah kematian ibunya, Charlie Hebdo mempublikasikan kartun yang memperlihatkan Deschamps mengangkat guci ibunya. Teks yang menyertainya berbunyi, “Didier Deschamps membawa piala pulang.”
Reaksi keras muncul dari manajer tim nasional Prancis, Bachir Nehar, melalui media sosial. “Saya akan selalu membela kebebasan berekspresi. Namun, sampul majalah Charlie Hebdo itu benar-benar menjijikkan dan kejam tanpa alasan. Kita boleh menertawakan apa saja, tetapi setiap orang juga bebas menganggap sebuah lelucon tidak pantas. Ini benar-benar memalukan,” kata Nehar.
Anggota Parlemen Antoine Léaument juga mengekspresikan kekecewaannya terhadap tindakan majalah tersebut. “Seseorang harus tidak punya perasaan sama sekali untuk bisa menertawakan penderitaan orang lain. Deschamps bukan sekadar tokoh publik, tetapi terutama seorang anak yang sedang berduka. Apakah sedikit rasa hormat benar-benar terlalu berlebihan?” ujar Léaument.
Deschamps kini telah kembali ke Prancis untuk mempersiapkan diri menghadapi Swedia di babak 16 besar Piala Dunia. Tim yang menjadi runner-up pada 2022 ini akan bertanding pada hari Selasa di East Rutherford untuk memperebutkan tempat di babak perempat final.
Pernyataan dari pengamat sepak bola Indonesia, Andi Suryanto, menanggapi situasi ini dengan mengatakan, “Kita perlu menghargai rasa duka seseorang, terutama seorang pelatih yang kini sedang berjuang di tengah kehilangan. Respons dari masyarakat dunia akan sangat beragam, namun menghormati mereka yang berduka adalah hal yang utama.”





