Politik

Program Magang Harus Nyata, Jangan Hanya Angka Kosong

Jakarta, Maret.id — Program magang yang diperkenalkan pemerintah dinilai sebagai langkah positif untuk membantu lulusan baru memasuki dunia kerja.

Namun, Hensa mengingatkan agar program ini tidak hanya berhenti pada magang, tetapi juga mendorong penciptaan lapangan kerja. “Ini program bagus, harus diakui… Tapi jangan sampai setelah magang lapangan kerjanya ternyata tidak ada,” tegas Hensa, seorang pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI.

Hensa juga mengapresiasi komunikasi yang dilakukan oleh pejabat pemerintah seperti Teddy dan Yassierli. Menurutnya, penjelasan mengenai jumlah peserta dan mekanisme magang memberikan ekspektasi tinggi kepada masyarakat.

“Kalau program disampaikan dengan baik, masyarakat pasti berharap… Itu kan bahaya,” sambung Hensa, menekankan pentingnya keberlanjutan program tersebut.

Ia menilai data capaian tahun lalu, di mana sekitar 30 persen peserta berhasil mendapatkan pekerjaan, perlu diteliti lebih lanjut. “Bagus, tapi kan itu baru 30 persen. Sisanya bagaimana?” ujar Hensa, mengkhawatirkan nasib peserta yang belum terserap.

Hensa menginginkan pemerintah memastikan adanya kelanjutan program magang. Ia mempertanyakan, “Ada batch berikutnya enggak? Kalau cuma sampai sini aja, ya kasihan masyarakat,” menekankan pentingnya jaminan lapangan kerja setelah magang.

Lebih jauh, ia menyarankan agar pemerintah fokus memperkuat keterlibatan dunia industri. “Jangan sampai pemerintah sudah bicara bagus, tapi di bawahnya peserta cuma jadi anak magang,” imbuh Hensa, meminta evaluasi lebih lanjut terhadap kualitas jalur magang yang ditawarkan.

Ia menekankan pentingnya program magang nasional untuk benar-benar meningkatkan keterampilan peserta. “Ini harus dikawal… jangan sampai program magang nasional hanya gagah di angka,” pungkas Hensa, menyerukan agar program ini benar-benar memberikan dampak nyata di lapangan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button