Indonesia Butuh Contoh Rekrut Manajer Kopdes dari Tetangga

Jakarta, Maret.id — “Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para peserta yang meninggal dunia. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tuturnya [Gus Rivqy], tokoh masyarakat.
Peristiwa tragis ini dinilai sebagai momentum untuk mengevaluasi desain rekrutmen calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). “Proses seleksi tidak boleh menimbulkan korban jiwa,” imbuhnya.
Gus Rivqy melanjutkan bahwa kapasitas kepemimpinan, integritas, dan kemampuan dalam mengelola usaha adalah kebutuhan utama bagi seorang manajer koperasi. “Selain itu, literasi keuangan, tata kelola organisasi, dan kemampuan membangun jejaring dengan masyarakat juga sangat penting,” ujar [Gus Rivqy].
Ia menekankan perlunya skema rekrutmen yang lebih fokus pada pengukuran kompetensi manajerial. “Tes fisik sebaiknya tidak dijadikan prioritas, khususnya dalam waktu yang cukup lama,” sambungnya.
Menurutnya, retret yang berlangsung selama sebulan terlalu panjang. “Durasi retretnya mungkin bisa dikurangi, agar lebih terfokus pada pengembangan manajerial,” tegas [Gus Rivqy].
Gus Rivqy juga mengusulkan adanya pembekalan calon manajer dengan praktik lapangan yang lebih banyak. “Pendampingan langsung di koperasi yang telah berhasil akan sangat bermanfaat,” imbuhnya.
Ketua Umum DKP Panji Bangsa ini menjelaskan bahwa keberhasilan koperasi di berbagai negara menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia. “Di Jepang, koperasi pertanian tumbuh melalui pendidikan manajemen berkelanjutan dan pelatihan bisnis,” tutur [Gus Rivqy].
Dia juga mencontohkan keberhasilan gerakan Saemaul Undong di Korea Selatan dalam memperkuat ekonomi desa melalui pelatihan kewirausahaan dan kepemimpinan lokal. “Di Belanda, koperasi besar dikelola oleh manajer profesional yang kompeten,” sambungnya.
“Indonesia perlu mengadopsi praktik-praktik terbaik tersebut untuk keberhasilan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” tegas [Gus Rivqy]. Ia menutup dengan harapan bahwa tidak ada lagi peserta yang kehilangan nyawa dalam proses menyiapkan pemimpin koperasi masa depan.





