BPOM Perkuat Manajemen Risiko untuk Tingkatkan Ekspor Pangan

Jakarta, Maret.id — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengungkapkan bahwa Program Manajemen Risiko (PMR) diterapkan khusus untuk produk pangan steril komersial. Program ini memfokuskan pada produk yang dipasarkan dalam kemasan.
Menurut data BPOM, Indonesia memiliki hampir 700 ribu jenis makanan yang terus meningkat setiap tahun. Ragam produk tersebut mencakup sambal, makanan asinan, serta pangan segar dan steril dalam kemasan.
“Jumlah jenis kuliner makanan di Indonesia itu hampir 700 ribu jenis makanan, yang bertambah setiap tahun,” ucap Taruna Ikrar usai kegiatan ‘Forum Koordinasi Nasional Pangan Steril Komersial Tahun 2026’ di Kantor BPOM, Selasa, 30 Juni 2026.
Ia menjelaskan penerapan PMR dilakukan secara ketat untuk berbagai jenis produk pangan. Diharapkan, masa simpan pangan segar dan produk yang biasanya bertahan sekitar satu minggu dapat diperpanjang.
Masa simpan produk makanan bisa mencapai enam bulan hingga satu setengah tahun, dengan ketentuan kedaluwarsa yang ditetapkan berdasarkan hasil pengujian sebelum izin diberikan oleh BPOM.
Taruna juga menyatakan bahwa penerapan PMR membuka peluang bagi produk pangan Indonesia untuk menjangkau pasar global. Hampir 700 ribu jenis pangan itu tidak hanya dipasarkan domestik, tetapi juga berpotensi diekspor.
Ia menyebutkan bahwa nilai ekspor pangan Indonesia kini hampir mencapai Rp500 triliun setiap tahun. “Potensi ini bisa semakin bertambah dengan program manajemen risiko,” kata Taruna.
BPOM berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan PMR demi mendukung kepentingan nasional, terutama melalui peningkatan ekspor pangan Indonesia. Pengawasan yang dilakukan merupakan langkah penting untuk menjaga daya saing produk pangan di pasar internasional.
Taruna juga menegaskan bahwa BPOM aktif merespons isu pangan yang muncul di negara-negara seperti Arab Saudi, Amerika, Taiwan, Korea Selatan, India, dan Australia. Respons ini bertujuan melindungi kepentingan ekspor pangan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi yang signifikan.



