Nasional

Menkop Ajak Kampus Kembangkan Wirausaha Melalui Koperasi

Jakarta, Maret.id — Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengajak perguruan tinggi menjadi pusat lahirnya wirausaha berbasis koperasi modern. Ia menjelaskan bahwa koperasi telah bertransformasi, memberikan peluang bagi mahasiswa untuk membangun usaha secara kolaboratif.

Ferry menegaskan bahwa koperasi kini tidak lagi identik dengan model usaha konvensional. Transformasi koperasi telah merambah ke sektor ekonomi digital, pertanian modern, industri kreatif, pangan, kesehatan, pariwisata, dan ekonomi hijau.

“Kementerian Koperasi terus melakukan transformasi menuju koperasi modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” ucap Ferry. Dia menambahkan bahwa koperasi harus dikelola secara profesional dan berbasis teknologi digital.

Dalam kesempatan tersebut, Ferry memberikan tiga pesan kepada mahasiswa. Pertama, mereka diimbau untuk membangun pola pikir kewirausahaan dan tidak takut gagal. Kedua, koperasi harus dimanfaatkan sebagai wadah kolaborasi di era digital. Ketiga, generasi muda diharapkan tidak hanya mengejar keuntungan materi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta Kemenkop, Destry Anna Sari, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari kegiatan Literasi Perkoperasian bagi Generasi Muda yang berkolaborasi dengan Universitas Padjadjaran. Ia mencatat bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 250 mahasiswa dari komunitas Unpad Preneur.

Sebanyak 49 tim wirausaha muda memamerkan produk inovasi mereka dalam acara tersebut. Destry berharap produk-produk ini dapat dipasarkan melalui gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, untuk meningkatkan skala usaha mahasiswa.

“Literasi dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci untuk mengubah persepsi generasi muda bahwa koperasi bukan lembaga kuno, tetapi solusi ekonomi modern,” kata Destry.

Rektor Universitas Padjadjaran, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, juga mengakui adanya banyak persepsi negatif terhadap koperasi. “Koperasi adalah amanat konstitusi yang mengedepankan prinsip gotong royong untuk mencapai keadilan sosial,” ucapnya. Ia mengajak mahasiswa untuk mengawal implementasi nilai-nilai koperasi dengan pendekatan modern.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button