Jokowi Instruksikan PSI Bidik Basis Wong Cilik dari PDIP

Jakarta, Maret.id — Pengamat politik Andi Yusran menyoroti dua faktor utama yang menyebabkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terlihat semakin menantang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
“Ada dua hal yang membuat mengapa PSI terlihat sangat anti dengan PDIP. Pertama, ada dendam antara Jokowi dan keluarganya dengan PDIP, terutama setelah Jokowi dan keluarganya dipecat oleh PDIP,” ujarnya.
Faktor kedua, imbuhnya, terkait dengan perebutan basis pemilih yang relatif sama antara kedua partai. “Kedua, captive market yang sama antara PDIP dan PSI. Sama-sama mengharap pemilih sekuler dan kelas menengah ke bawah,” lanjutnya.
Andi Yusran berpendapat bahwa kehadiran Jokowi dan keluarganya di PSI telah mengubah arah dan platform politik partai tersebut secara signifikan. PSI sebelumnya dikenal sebagai partai sekuler perkotaan yang menyasar pemilih pemula, terutama generasi muda. Namun, kini, kata dia, orientasi partai tampak bergeser menuju pemilih pedesaan, wong cilik, dan pemilih pragmatis.
“Masuknya Jokowi dan keluarganya ke PSI setidaknya telah mengubah secara total platform ideologi partai dari yang sebelumnya sekuler perkotaan kini mulai bergeser ke pasar pedesaan,” jelasnya.
Pergeseran ini, tambahnya, membuat PSI berpotensi bertarung langsung di wilayah elektoral yang selama ini menjadi basis kuat PDIP. “Perubahan platform tersebut menjadikan PSI akan bertarung di wilayah yang selama ini dikuasai oleh PDIP,” tuturnya.
Andi Yusran menilai jika pergeseran ini berlangsung konsisten, persaingan antara PSI dan PDIP dalam pemilu mendatang akan semakin terbuka. Ini terutama terkait dengan memperebutkan pemilih kelas menengah bawah dan wong cilik.





