Film Sekolah Rakyat Segera Hadir, Cerita Inspiratif dari Rakyat

Jakarta, Maret.id — Kementerian Sosial (Kemensos) Indonesia, melalui platform Penjaga Harapan, meluncurkan proyek film berjudul “Sekolah Rakyat”.
Film ini bertujuan untuk menggambarkan transformasi dari keterbatasan menuju harapan, tanpa mengeksploitasi penderitaan.
Koordinator Konten Penjaga Harapan, Doni Adhitia, menjelaskan bahwa proyek ini lebih dari sekadar pembuatan film. “Kami berharap film ini menjadi kerja bersama untuk membawa nilai ideologis Sekolah Rakyat kepada masyarakat,” tutur Doni.
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menyatakan dukungannya terhadap proyek ini. “Kalau ini kita mulai, harus berhasil. Ini bukan sekadar produksi, tapi bagaimana masyarakat bisa melihat bahwa negara hadir dan memberi harapan,” tegasnya.
Kemensos menawarkan dukungan dalam proses produksi, termasuk akses lokasi dan data, serta koordinasi dengan unit terkait. Jabo menekankan bahwa Sekolah Rakyat merupakan alat negara untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak prasejahtera.
“Ini bukan tujuan, tapi alat yang disediakan negara agar anak-anak dari keluarga miskin bisa mewujudkan cita-citanya,” imbuh Jabo.
Ia menambahkan bahwa mayoritas siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga yang memiliki kondisi ekonomi sangat terbatas. Melalui konsep boarding school, program ini memberikan akses pendidikan tanpa terkendala zonasi atau keterbatasan geografis.
Proyek film ini dirancang sebagai media penyampaian nilai dan pesan kepada masyarakat. Cerita film akan mengisahkan perjalanan seorang anak dari keluarga sederhana yang harus bekerja, namun akhirnya mendapatkan kesempatan untuk bersekolah.
Direktur Utama Penjaga Harapan, Wildanshah, menyatakan bahwa inisiatif ini penting untuk menjembatani komunikasi kebijakan kepada publik. “Kami melihat film ini sebagai bagian dari upaya menyampaikan program pemerintah secara lebih membumi,” ujarnya.
Produksi film ini rencananya berdurasi sekitar 25 menit, dengan versi singkat 30 detik sebagai trailer untuk distribusi di berbagai kanal publik.
Produksi film diharapkan dapat melibatkan lebih banyak komunitas perfilman dalam menyampaikan program strategis pemerintah. Film ini mengangkat kisah anak dari keluarga miskin ekstrem yang berjuang untuk mengakses pendidikan.
Berlatar wilayah Cariu dan sekitarnya, cerita ini menampilkan transformasi kehidupan seorang anak dari kondisi yang harus bekerja setiap hari hingga akhirnya mendapatkan peluang belajar di Sekolah Rakyat.
Produksi dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan pendekatan berbasis riset dan konsultasi bersama Kemensos serta komunitas film.





