Politik

Jokowi Dinilai Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Jakarta, Maret.id — Sastrawan Politik Ahmad Khozinudin menegaskan bahwa budaya dan tradisi masyarakat adat telah dieksploitasi untuk kepentingan politik.

“Adat istiadat, budaya dan tradisi telah dieksploitasi untuk kepentingan politik,” tegas Khozinudin.

Ia menilai bahwa meskipun Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meninggalkan Lampung, dampaknya telah meninggalkan jejak negatif bagi masyarakat adat setempat. “Gelar adat telah dieksploitasi untuk tujuan politik,” sambungnya.

Khozinudin mengkritik bahwa hubungan kekerabatan masyarakat adat kini terancam retak akibat adanya intrusi politik dalam ritual adat. Acara tradisional, yang seharusnya menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antar anggota masyarakat adat, kini berubah menjadi sumber ketegangan.

“PSI telah merampas ruang adat itu menjadi tahta eksklusif bagi PSI yang divisualisasikan melalui penyematan gelar adat pada Jokowi,” pungkas Khozinudin.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button