Lokal

Pemkab Bekasi Siap Perbaiki Jalan Ambles di Jalur CBL, Warga Bersiap Bersukacita!

Bekasi, Maret.id — Pemerintah Kabupaten Bekasi merencanakan perbaikan mendesak terhadap titik-titik jalan yang mengalami ambles di Jalur Cikarang Bekasi Laut (CBL). Perbaikan tersebut akan difokuskan pada segmen jalan yang menghubungkan Wanasari hingga Pulo Puter, khususnya di area dekat jembatan Desa Muktiwari yang telah menunjukkan kerusakan parah dan berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.

Fenomena amblesnya jalan adalah masalah yang telah lama mengganggu kenyamanan dan keselamatan lalu lintas di daerah ini. Struktur jalan yang tak lagi memadai ditengarai sebagai hasil dari beberapa faktor, di antaranya adalah kondisi geografis daerah yang kompleks. Dalam hal ini, Jalur CBL terletak tepat di antara saluran irigasi dan aliran sungai, yang membuatnya rentan terhadap kerusakan akibat erosi dan longsor.

Dede Chairul, Kepala Bidang Pembangunan Jalan di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kabupaten Bekasi, menjelaskan bahwa rembesan air dari saluran yang tinggi merupakan salah satu penyebab utama kerusakan jalan. “Ketika debit Kali CBL meningkat, tekanan pada struktur jalan bertambah, menyebabkan longsor. Posisi saluran irigasi yang lebih tinggi dari jalan utama menciptakan risiko lebih besar ketika aliran air deras,” ungkap Dede. Keparahan situasi diperburuk oleh keberadaan kendaraan bertonase berat yang melewati jalur tersebut, yang dianggap melampaui kapasitas konstruksi jalan.

Sebagai langkah awal, pemerintah daerah berencana untuk memasang bore pile, semacam tiang pancang, pada sisi jalan yang mengalami longsor. Selain itu, rencana pelebaran jalan di sekitar jembatan terdampak juga akan dilaksanakan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Dalam hal ini, koordinasi dengan Dinas Perhubungan juga menjadi prioritas, guna membatasi kendaraan berat yang menggunakan jalur tersebut.

Kondisi drainase yang buruk pun diakui turut memperparah kerusakan pada infrastruktur jalan. Menurut Dede, banyak saluran air yang tersumbat oleh sampah dan pembangunan liar, sehingga saat hujan deras, air meluap dan menggenangi jalan. “Drainase yang tidak terawat menambah beban pada struktur jalan dan berpotensi mengakibatkan kerusakan lebih parah,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan bahwa perbaikan jalan ambles ini dapat selesai selama tahun 2026. Harapannya, akses masyarakat akan menjadi lebih aman dan lalu lintas dapat berfungsi dengan lebih lancar, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di kawasan tersebut. Keseluruhan langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani masalah infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button