Politik

Ombudsman Minta Evaluasi Rekrutmen Petugas Haji 2023

Jakarta, Maret.id — Anggota Ombudsman RI, Nuzran Joher, melakukan tinjauan langsung terhadap kualitas pelayanan dan fasilitas haji. Fokus pengawasan meliputi sarana prasarana, akses bagi penyandang disabilitas, layanan kesehatan, dan pelayanan untuk lansia.

“Ombudsman RI telah melakukan pengawasan di tanah air dengan membuka posko pengaduan online melalui berbagai kanal, baik telepon maupun WhatsApp, dari keberangkatan hingga kepulangan jemaah haji,” kata Nuzran dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu, 1 Juli 2026.

Dia mengungkapkan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Haji dan Umrah, atas suksesnya penyelenggaraan haji 2026. Ini merupakan kali pertama penyelenggaraan haji dilaksanakan melalui struktur kelembagaan baru, memisahkan Kementerian Agama dari Kementerian Haji dan Umrah.

“Langkah tersebut merupakan perubahan tata kelola dalam penyelenggaraan haji,” imbuh Nuzran. Ombudsman RI juga menghargai semua pihak yang berkontribusi dalam kelancaran pengawasan, termasuk Keasistenan Utama VII dan seluruh Kantor Perwakilan Ombudsman di 34 provinsi.

Meski berjalan baik, Ombudsman RI mencatat beberapa temuan dan aduan masyarakat sebagai bahan evaluasi. Pertama, menyangkut transparansi rekrutmen petugas, Ombudsman menemukan dugaan penundaan berlarut oleh Kementerian Haji dan Umrah dalam menanggapi aduan terkait seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Kedua, soal kegagalan keberangkatan jemaah, Ombudsman menerima laporan mengenai jemaah yang batal berangkat, yang mencerminkan pentingnya pemenuhan hak masyarakat. Ketiga, kelayakan fasilitas embarkasi, di mana Ombudsman menemukan masalah infrastruktur di Asrama Haji Embarkasi Batam, termasuk fasilitas toilet yang tidak berfungsi optimal.

“Seluruh temuan dan analisis posko pengaduan ini sedang kami susun komprehensif dan akan disampaikan kepada Menteri Haji dan Umrah sebagai otoritas penyelenggara haji di Indonesia,” tegas Nuzran.

Dia menekankan bahwa evaluasi tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai upaya bersama untuk perbaikan tata kelola pelayanan publik ke depan. Nuzran juga mengajak masyarakat untuk mendoakan agar jemaah haji meraih predikat mabrur, serta menghargai kerja sama baik antara Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia.

Dalam rangka memperkuat fungsi pengawasan di masa mendatang, Ombudsman RI berencana melakukan pengawasan langsung di Arab Saudi pada musim haji 2027. “Kami berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mendoakan para jemaah, dan berharap mereka semua sehat serta menjadi haji yang mabrur,” tutup Nuzran.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button