Nasional

Pemerintah Intervensi 1,34 Juta Ton Untuk Stabilkan Inflasi Beras

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia telah menyalurkan 1,34 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga akhir Juni 2026 melalui berbagai program terintegrasi. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga beras dan menahan inflasi di tingkat konsumen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi beras tahunan pada Juni 2026 sebesar 3,98 persen, lebih rendah dibandingkan 4,55 persen pada Mei 2026. “Di tingkat eceran terjadi inflasi beras secara month to month sebesar 0,45 persen dan secara year on year sebesar 3,98 persen,” ujar Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS.

Inflasi beras tahunan pada Juni 2026 juga jauh lebih rendah dibandingkan 11,88 persen pada Juni 2024. Jika dibandingkan dengan Juni 2025, inflasi saat ini hanya sedikit lebih tinggi dari 3,38 persen. Selain itu, BPS melaporkan andil beras terhadap inflasi bulanan sebesar 0,02 persen, jauh lebih rendah dibandingkan komoditas bawang merah dan bawang putih.

Sementara itu, harga beras medium di seluruh wilayah masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Per 1 Juli 2026, rata-rata harga beras medium di Zona I tercatat Rp13.098 per kilogram, Zona II Rp13.722 per kilogram, dan Zona III Rp15.397 per kilogram.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan bahwa stabilitas harga beras didukung oleh penggelontoran CBP melalui Perum Bulog. Total intervensi beras sejak Januari hingga Juni 2026 mencapai 1,34 juta ton.

Penyaluran tersebut terdiri dari 221,05 ribu ton beras dalam Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) selama Januari-Februari. Periode Maret hingga Juni, penyaluran SPHP mencapai 406,5 ribu ton.

Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan pangan kepada 33,14 juta keluarga penerima manfaat dengan total 662,86 ribu ton beras. Sisa beras digunakan untuk anggaran aparatur sipil negara dan penanganan bencana alam.

Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa stok beras pemerintah saat ini mencapai 5,1 juta ton, yang merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. “Stok kita hari ini tertinggi sepanjang sejarah. FAO juga memperkirakan produksi beras Indonesia tahun 2026 mencapai 38 juta ton,” ucap Amran.

Amran menambahkan bahwa peningkatan produksi beras akan memperkuat cadangan nasional. Pemerintah berencana membangun 100 gudang baru senilai Rp5 triliun untuk memperbesar kapasitas penyimpanan beras selama dua hingga tiga tahun ke depan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button