Nasional

Said Iqbal Dorong Danantara Perkuat Pembiayaan untuk Cegah PHK

Jakarta, Maret.id — Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, meminta Danantara untuk memperkuat perannya dalam mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurutnya, dukungan pembiayaan bagi perusahaan yang masih memiliki prospek usaha sangat penting untuk menjaga keberlangsungan lapangan kerja.

Said menekankan bahwa Danantara dapat berperan melalui penyertaan modal serta mendorong akses pembiayaan dari bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah ini ditujukan untuk perusahaan yang mengalami kesulitan likuiditas atau kekurangan modal kerja.

“Semua pihak harus mendukung kebijakan Presiden Prabowo untuk menghindari terjadinya PHK. Danantara diharapkan mengambil peran sesuai tugasnya, baik melalui penyertaan modal maupun mendorong akses pembiayaan bagi perusahaan yang masih sehat,” ucap Said saat ditemui di Wisma Danantara, Rabu, 1 Juli 2026.

Ia menjelaskan bahwa bantuan tidak diperuntukkan bagi perusahaan yang telah kehilangan prospek bisnis. Dukungan pembiayaan sebaiknya diberikan kepada perusahaan yang masih memiliki peluang untuk berkembang, namun sedang menghadapi tekanan keuangan.

Dengan tambahan modal kerja, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan kegiatan produksi kembali. Hal ini juga diyakini dapat membantu mempertahankan tenaga kerja yang masih ada.

Salah satu perusahaan yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah PT Pabrik Kertas Indonesia (PT Pakerin) yang berlokasi di Mojokerto. Perusahaan ini dinilai masih memiliki aset yang memadai dan prospek pasar yang baik.

Menurut Said, Danantara akan mendorong bank-bank Himbara untuk menyalurkan pinjaman modal kerja sekitar Rp400 miliar. Penyaluran pembiayaan ini akan dilakukan setelah dilakukan penilaian terhadap kondisi keuangan dan kelayakan usaha perusahaan.

Jika pendanaan terealisasi, PT Pakerin berpotensi mempekerjakan kembali sekitar 2.700 pekerja, termasuk mantan karyawan yang terdampak PHK. Selain PT Pakerin, Said juga mengusulkan kajian terhadap sejumlah perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT) yang masih berpeluang memperoleh dukungan pembiayaan.

Namun, ia tegas bahwa bantuan hanya akan diberikan kepada perusahaan yang memiliki fundamental usaha yang kuat dan pasar yang jelas. Penilaian ini penting agar pembiayaan dapat benar-benar menyelamatkan lapangan kerja. “Jangan sampai perusahaan dibantu, tetapi produknya tidak terserap di pasar. Karena itu yang dilihat bukan hanya kebutuhan modal, tetapi juga kelayakan bisnisnya,” ujar Said.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button