Ketua MPR Diskusikan Islam Toleran dengan Grand Mufti Uzbekistan

Jakarta, Maret.id — Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung baru-baru ini, Muzani menyatakan bahwa hubungan persahabatan antara Indonesia dan Uzbekistan telah terjalin sejak ratusan tahun lalu. Hal ini dimulai ketika Syekh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik masuk ke Indonesia untuk menyebarkan ajaran Islam.
“Pada abad ke-15, seorang ulama terkemuka, Syekh Maulana Malik Ibrahim dari Samarkand, Uzbekistan, datang ke Indonesia untuk menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Jadi, hubungan emosional kita telah terjalin sejak saat itu,” kata Muzani, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 1 Juli 2026.
Ia juga menambahkan bahwa hubungan tersebut diperkuat kembali oleh Presiden Soekarno saat berziarah ke makam Imam Bukhari. Momen ini menjadi bagian penting dalam sejarah yang selalu dikenang oleh masyarakat Indonesia dan Uzbekistan.
“Momentum sejarah ini telah dicatat dan selalu diingat dalam hati masyarakat Uzbekistan, serta menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Kunjungan ziarah Bung Karno ke makam Imam Bukhari telah membuka kembali tempat tersebut untuk para peziarah dari seluruh dunia,” ucap Muzani.
Di hadapan Grand Mufti Uzbekistan, Muzani juga mengungkapkan bahwa kedatangannya kali ini turut dihadiri oleh sejumlah ulama Indonesia, termasuk para pimpinan organisasi masyarakat Islam dan pondok pesantren.
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat pluralistik. Perbedaan agama menjadi hal yang tidak menghalangi Indonesia untuk tetap bersatu dalam keragaman.
“Yang menyatukan kita adalah Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara juga berfungsi sebagai pemersatu di tengah banyaknya perbedaan agama, suku, bahasa, dan etnis,” tegas Muzani.





