Safari Politik Jokowi: Memperkuat PSI atau Agenda Baru?

Jakarta, Maret.id — Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, mengemukakan, “Apakah itu untuk membesarkan PSI atau ada agenda politik lain? Ini menjadi pertanyaan yang berkembang di masyarakat,” ujar Amir pada Jumat, 3 Juli 2026.
Dalam analisisnya, Amir menyebut bahwa terdapat anggapan di kalangan tertentu yang melihat Presiden Jokowi sebagai sosok berpengaruh di luar tatanan pemerintahan formal. Ia merujuk pada istilah deep state dan untouchable government untuk menjelaskan persepsi publik yang berkembang.
Amir juga menilai bahwa dinamika persidangan terkait dugaan ijazah palsu tidak terlepas dari dimensi politik. Ia mengungkapkan kekhawatirannya akan pengaruh perkembangan geopolitik global terhadap situasi politik nasional.
Ia mengaitkan situasi ini dengan pidato Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Dalam pidato tersebut, Prabowo menekankan pentingnya penegakan hukum yang tidak “tajam ke bawah dan tumpul ke atas.”
Menurut Amir, pidato tersebut dapat dipahami sebagai arahan untuk aparat penegak hukum agar bertindak adil tanpa diskriminasi. “Itu bisa dimaknai sebagai perintah agar penegakan hukum dilakukan secara adil. Tinggal bagaimana implementasinya dalam kebijakan pemerintah,” tegas Amir.





