Komisi Eropa Ajukan IEU

Jakarta, Maret.id — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah Indonesia akan terus memperkuat kerja sama ekonomi dengan mitra strategis. Upaya ini bertujuan memperluas akses pasar, meningkatkan investasi, dan memperkokoh rantai pasok global.
Salah satu langkah konkret adalah percepatan implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Proses ini memasuki tahap penting setelah Komisi Eropa mengajukan usulan penandatanganan dan pengesahan IEU-CEPA bersama Investasi Perlindungan Perjanjian (IPA) kepada Dewan Uni Eropa.
“Saya pikir sudah waktunya bagi kita untuk mengembangkan hubungan perdagangan yang bebas, adil, dan positif bagi kedua belah pihak. Presiden RI Prabowo Subianto berharap hal ini dapat menjadi game changer bagi pasar global,” ujar Airlangga Hartarto.
Pengajuan tersebut menandai kemajuan signifikan dalam proses penyelesaian IEU-CEPA, yang telah melalui perundingan panjang. Bagi Uni Eropa, kedua perjanjian tersebut merupakan strategi untuk mendiversifikasi kemitraan ekonomi dan memperkuat hubungan perdagangan serta investasi global.
Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa dan perekonomian terbesar di kawasan Indo-Pasifik, diharapkan dapat memainkan peran penting dalam kerja sama ini. IEU-CEPA dan IPA dirancang untuk memberikan manfaat timbal balik bagi dunia usaha kedua belah pihak, mendukung iklim perdagangan yang lebih terbuka, dan memperkuat keberlanjutan.
Melalui perjanjian ini, Uni Eropa akan menghapus bea masuk terhadap 98,5% pos tarif. Prosedur ekspor akan disederhanakan, dan peluang investasi di sektor strategis seperti kendaraan listrik, elektronik, dan farmasi akan dibuka. Perjanjian ini juga akan memperkuat perlindungan hak kekayaan intelektual dan rantai pasok yang lebih andal.
Implementasi IEU-CEPA diharapkan akan memperluas akses pasar ekspor Indonesia ke Uni Eropa dan meningkatkan daya saing produk nasional. Selain itu, perjanjian ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Jika disetujui oleh Dewan Uni Eropa, IEU-CEPA dan IPA akan diajukan ke Parlemen Eropa untuk mendapatkan persetujuan akhir sebelum resmi disahkan dan mulai diberlakukan.





