Politik

Safari Politik Jokowi Dinilai Picu Perpecahan Elite Politik

Jakarta, Maret.id — Pengamat politik Selamat Ginting mengungkapkan bahwa salah satu tujuan utama langkah Jokowi adalah untuk menjaga posisinya sebagai tokoh politik berpengaruh setelah masa jabatannya sebagai presiden berakhir.

“Jokowi tetap menjadi tokoh berpengaruh. Itu yang dia inginkan. Tetapi tidak mengganggu pemerintahan Prabowo. Dia ingin tetap berpengaruh, tetapi juga tidak ingin terus-menerus dikaitkan dengan Prabowo, apalagi sampai berhadap-hadapan,” kata Selamat dalam sebuah pernyataan di kanal Youtube Abraham Samad, Jumat, 3 Juli 2026.

Menurutnya, hubungan antara Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto saat ini masih bersifat saling melengkapi. Kunjungan putra Presiden Prabowo, Didit Hediprasetyo, ke kediaman Jokowi di Solo beberapa waktu lalu menjadi salah satu indikasi konkret dari hal tersebut.

“Tentu ada pesan di balik pertemuan itu. Kita memang belum mengetahui pesan eksplisitnya, tetapi setidaknya ada pesan-pesan implisit yang ingin disampaikan,” tuturnya.

Meski demikian, Selamat mengingatkan bahwa dinamika hubungan ini berpotensi berkembang menjadi faksionalisme permanen jika basis loyalitas politik di seputar Prabowo dan Jokowi semakin berbeda arah.

Dalam kajian ilmu politik, faksionalisme muncul ketika terdapat kelompok-kelompok elite yang memiliki basis loyalitas berbeda dalam satu sistem kekuasaan. “Jika pendukung Presiden Prabowo dan jaringan politik Jokowi semakin berbeda orientasi politiknya, maka Indonesia dapat dikatakan sedang memasuki fase kompetisi elite yang lebih intens dan lebih keras,” jelas Selamat.

Ia menegaskan bahwa kompetisi antarelite tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk konflik terbuka. Proses negosiasi dan tawar-menawar politik juga dapat terjadi sebagai bagian dari dinamika tersebut.

“Faksionalisme ini dapat berlangsung dalam bentuk negosiasi. Akan ada bargaining, misalnya menjelang reshuffle kabinet dengan muncul permintaan agar tokoh tertentu tidak dicopot. Itu bagian dari dinamika politik yang mungkin terjadi,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button