Wakapolri Imbau 418 Lulusan Sespim Polri Siap Hadapi Tantangan Global

Jakarta, Maret.id — Sebanyak 418 peserta didik telah resmi menyelesaikan pendidikan kepemimpinan di Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim) Lemdiklat Polri. Mereka diharapkan dapat menjadi pemimpin yang adaptif dan siap menjawab tantangan keamanan di era digital.
Pendidikan Kepemimpinan Polri yang Mampu Menghadapi Tantangan
Pesan tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo saat menutup pendidikan Sespim pada Jumat, 3 Maret 2023. Menurutnya, para lulusan harus siap menghadapi dinamika global yang semakin kompleks di masa depan.
Jumlah peserta terdiri dari berbagai angkatan, antara lain 57 peserta dari Sespimti, 201 peserta dari Sespimmen, 35 peserta dari Sekolah Pengembangan Profesi Kepolisian (SPPK), dan 125 peserta dari Sespimma. Setelah menyelesaikan pendidikan, semua lulusan akan kembali ke satuan masing-masing dan mengambil peran sebagai calon pemimpin di Polri.
Menjaga Stabilitas dan Keamanan Nasional
“Dari sini, kelulusan bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian yang lebih besar. Jadilah pemimpin yang profesional, adaptif, dan mampu menghadapi setiap tantangan dalam tugas,” tegas Dedi Prasetyo.
Pendidikan tahun ini juga memperkuat kolaborasi lintas institusi, melibatkan peserta dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kejaksaan Agung, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta delegasi dari Timor Leste. Hal ini menunjukkan upaya menyatukan visi dan misi keamanan antara berbagai lembaga negara.
Menghadapi Ancaman Global dan Perkembangan Teknologi
Wakapolri menjelaskan bahwa saat ini situasi global masih diwarnai oleh ketidakpastian. Konflik geopolitik dan persaingan antarnegara berpotensi memengaruhi sektor-s sektor vital seperti energi, pangan, dan perekonomian nasional. “Peran Polri sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan, agar pembangunan dapat berjalan optimal,” imbuhnya.
Selain tantangan eksternal, perkembangan teknologi juga membawa perubahan pada pola ancaman keamanan. Kejahatan siber, hoaks, dan penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) menjadi isu yang harus diantisipasi oleh para pemimpin masa depan. Oleh karena itu, Wakapolri mendorong lulusan untuk meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital dalam tugas mereka.
Kepercayaan Publik sebagai Landasan Kepemimpinan
“Dalam era ini, pemimpin Polri harus mampu membaca perubahan zaman dan menguasai teknologi. Kepemimpinan yang adaptif adalah kunci untuk menghadapi dinamika yang terus berkembang,” tegas Wakapolri. Ia juga menekankan pentingnya penguatan deteksi dini terhadap ancaman terorisme, yang kini banyak terjadi melalui ruang digital.
Sepanjang tahun 2023 hingga 2026, Polri telah melakukan aksi pencegahan terhadap 265 tersangka dari delapan kelompok teroris. Dengan hasil positif, Indonesia juga mencatat tidak ada serangan teroris selama tiga tahun berturut-turut, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.
Dalam pernyataannya, Wakapolri mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan kepercayaan masyarakat sebagai kekuatan utama Polri. Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan bahwa sebanyak 82,4 persen masyarakat optimistis terhadap kinerja Polri saat ini.
Penghargaan untuk Lulusan Berprestasi
Pada kesempatan yang sama, Polri juga memberikan penghargaan kepada peserta didik berprestasi dari setiap jenjang pendidikan, sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik dan kepemimpinan mereka.
Mengakhiri acara, Wakapolri mengajak seluruh lulusan untuk menjaga integritas dan memperkuat sinergi dalam setiap penugasan. Dengan bekal pendidikan yang telah mereka dapat, diharapkan Polri semakin profesional dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
