Lokal

TPA Jatiwaringin Beraksi Siaga Meski Kebakaran Masih Berlanjut

Tangerang, Maret.id — Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang masih berlanjut hingga hari keempat. Saat ini, proses pemadaman api mencapai sekitar 30 persen. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah setempat melibatkan dua helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 20 personel dari Manggala Agni Kementerian Kehutanan.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyatakan bahwa meskipun kebakaran terjadi, TPA Jatiwaringin tetap beroperasi untuk menghindari penumpukan sampah di jalan raya. “TPA Jatiwaringin tetap kita operasikan, daripada sampah menumpuk di jalan-jalan,” kata Bupati saat diwawancarai. Ia menambahkan bahwa kegiatan pembongkaran sampah bahkan dilaksanakan hingga larut malam.

Antrean truk sampah terlihat masih memenuhi jalan menuju TPA Jatiwaringin. Menurut Bupati, truk diatur parkir di lokasi yang tidak terkena dampak kebakaran. “Kita memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat penampungan sementara untuk truk-truk pengangkut sampah,” jelas Maesyal.

Upaya Pemadaman Kebakaran

Pemadaman kebakaran ini melibatkan metode inovatif. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan menjelaskan bahwa sekitar 30 persen area yang terbakar telah mulai padam. Namun, masih ada kepulan asap dan titik api yang perlu diatasi.

Metode “inject” atau penyuntikan air langsung ke titik api digunakan untuk mempercepat proses pemadaman. Djohan mengatakan, “Sistem inject ini menggunakan pipa yang ditanam di titik-titik api.” Metode ini diharapkan dapat mengatasi masalah kebakaran yang sudah berlangsung selama empat hari.

Helikopter dan Armada Pemadam

Dua unit helikopter jenis MI-8AMT dari BNPB berperan penting dalam proses pemadaman. Dengan kapasitas kantung air mencapai 4.000 liter, penyiraman air dilakukan secara terencana pada pagi, siang, dan malam hari untuk meningkatkan efisiensi pemadaman.

Bersamaan dengan itu, 18 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjangkau titik-titik api yang belum teratasi oleh penyiraman dari udara. “Dengan dua unit helikopter dan 18 armada pemadam kebakaran, kami terus berusaha menjangkau seluruh area yang terbakar,” tambah Djohan.

Menjaga Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat

Dalam situasi ini, pemerintah daerah juga berupaya memastikan bahwa operasional TPA tidak membahayakan kesehatan masyarakat. Kebakaran yang berlangsung lama ini tentu menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas udara dan potensi bahaya lainnya. Oleh karena itu, tim kesehatan pun diperbantukan untuk memantau kondisi lingkungan sekitar.

Keterlibatan seluruh elemen, baik pemerintah, BNPB, maupun masyarakat, diharapkan dapat meminimalisasi dampak negatif dari kebakaran ini. Upaya penyelesaian yang cepat dan efisien menjadi kunci utama agar situasi bisa normal kembali.

Dengan adanya langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang efektif, diharapkan kebakaran di TPA Jatiwaringin dapat segera diatasi, dan daerah sekitar kembali aman untuk dihuni. Situasi ini menjadi pukulan berat bagi Kabupaten Tangerang, namun kolaborasi yang solid akan memastikan bahwa masalah ini dapat dihadapi dengan baik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button