Politik

Underpass Bitung Hadir 2027: Solusi Cerdas untuk Percepatan Arus Logistik!

Bitung, Maret.id — Proyek pembangunan Underpass Bitung semakin menunjukkan kemajuan. Pada Selasa, 12 Mei 2026, proyek ini telah mencapai progres fisik sebesar 27,32 persen.

Pembangunan infrastruktur ini bertujuan untuk memperlancar arus logistik menuju kawasan industri. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat di titik kepadatan lalu lintas Bitung. Penanganan difokuskan pada area pertemuan arus dari arah Serang, Jakarta, dan Curug yang sering mengalami kemacetan.

Solusi Jangka Panjang untuk Transportasi

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pembangunan terowongan ini merupakan solusi jangka panjang. “Ini untuk memastikan keselamatan dan kelancaran transportasi di wilayah strategis tersebut,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Rabu, 13 Mei 2026.

Dody berharap proyek ini juga akan meningkatkan mobilitas perekonomian masyarakat yang melintasi jalan nasional. Pembangunan Underpass Bitung memiliki panjang 350 meter, mencakup ruas Jalan Pantura dari STA 0+125 hingga STA 0+475. Desain yang digunakan adalah single cell dengan dua lajur, memungkinkan aliran kendaraan satu arah dari Tangerang menuju Serang.

Perubahan Desain untuk Keamanan

Salah satu langkah penting dalam proyek ini adalah perubahan desain dari double cell menjadi single cell. Perubahan ini dilakukan untuk melindungi utilitas pipa PT Pertamina Gas (Pertagas) yang berada di lokasi tersebut. Ini menunjukkan bagaimana aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam proyek pembangunan infrastruktur ini.

Selain pembangunan terowongan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten juga melakukan pelebaran jalan di tiga segmen berbeda di sekitar akses Tol Bitung. Proyek ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi di Banten.

Progres Pembebasan Lahan

Dalam hal pembebasan lahan, proyek ini memerlukan total area sebesar 11.257 meter persegi. Hingga saat ini, luas lahan yang sudah dibebaskan mencapai 9.094 meter persegi. Sisa lahan seluas 2.163 meter persegi milik PT Pertamina Gas juga telah mendapatkan izin prinsip untuk pengerjaan.

Pemerintah menargetkan agar seluruh rangkaian pembangunan Underpass Bitung ini dapat rampung sepenuhnya pada tahun 2027. Dengan demikian, diharapkan proyek ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi dan mobilitas masyarakat di kawasan sekitar.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button