BPBD Siaga untuk Atasi Api yang Menjalar di TPA Jatiwaringin

Tangerang, Maret.id — Kebakaran yang terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, terus menjadi perhatian serius. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengungkapkan bahwa api telah menjalar ke bawah timbunan sampah, membuat upaya pemadaman menjadi semakin menantang.
Tantangan dalam Proses Pemadaman
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa untuk dapat memadamkan api secara efektif, tim harus membongkar tumpukan sampah terlebih dahulu. “Walaupun tidak ada api di permukaan, kami harus memastikan bahwa tidak ada titik api yang tersisa di bawah,” ujarnya dalam dialog bersama Pro3 RRI. Proses pemadaman pun melibatkan berbagai instansi untuk mempercepat penanganan kebakaran ini.
Di lokasi, kondisi angin yang kencang juga menjadi tantangan bagi petugas yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran. Meskipun demikian, pasokan air untuk penyemprotan telah tersedia berkat unit-unit yang dikerahkan ke lapangan. Mahdiar juga menyampaikan bahwa keberadaan sumber air akan sangat membantu proses pemadaman yang masih berlangsung.
Upaya Modifikasi Cuaca Tak Dapat Dilakukan
Sementara itu, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca dari BMKG, Budi Harsoyo, menambahkan bahwa pihaknya belum dapat melakukan modifikasi cuaca untuk membantu pemadaman kebakaran tersebut. “Saat ini, potensi pertumbuhan awan di wilayah Jatiwaringin sangat minim karena kita berada di puncak musim kemarau,” jelas Budi. Ia menegaskan bahwa modifikasi cuaca hanya dapat dilakukan jika terdapat potensi bibit awan hujan.
Budi menjelaskan bahwa operasi ini tidak ditujukan untuk menciptakan hujan dari kondisi atmosfer yang kering. “Modifikasi cuaca tidak akan berhasil jika tidak ada potensi awan. Kami tidak bisa memberikan bantuan untuk menghasilkan hujan saat situasi atmosfer menunjukkan kekeringan,” ujarnya.
Pantauan Cuaca yang Berlanjut
BMKG memprediksi bahwa wilayah Jatiwaringin masih tidak akan berpotensi hujan dalam seminggu ke depan. Meskipun tidak ada bantuan dari modifikasi cuaca, pihak BMKG tetap memantau perkembangan atmosfer untuk mengantisipasi kemungkinan terbentuknya bibit awan hujan yang dapat mendukung usaha pemadaman.
Kondisi saat ini di TPA Jatiwaringin menunjukkan perlunya kerjasama antara berbagai pihak untuk menangani kebakaran yang telah berlangsung. Masyarakat di sekitar pun dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari BPBD dan instansi terkait.
Dengan berbagai upaya yang sedang dilakukan, diharapkan kebakaran ini dapat segera teratasi dan tidak berdampak lebih jauh terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
