Warga Jatiwaringin Mengungsi Saat Kebakaran TPA Terjadi Lima Hari

Tangerang, Maret.id — Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang telah memasuki hari kelima, dengan penanggulangan api terkendali hanya sekitar 40 persen. Situasi ini semakin memprihatinkan dengan bertambahnya jumlah warga yang mengungsi, kini mencapai 102 jiwa.
Penanganan Kebakaran yang Masih Berlanjut
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan bahwa sebanyak 102 warga terpaksa mengungsi akibat dampak asap yang dihasilkan dari kebakaran. Asap ini menciptakan risiko kesehatan, terutama bagi kelompok-kelompok rentan.
Muhari menegaskan bahwa seluruh tim petugas gabungan dari berbagai instansi terus berupaya memadamkan api dan mengantisipasi dampak yang lebih parah dari kepulan asap. “Kami siapkan tim medis yang akan standby 24 jam di lokasi pengungsian untuk mengatasi kemungkinan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang menyerang masyarakat,” tuturnya.
Kelompok Rentan Jadi Prioritas Utama
Dari data yang ada, terlihat bahwa sebagian besar warga yang mengungsi merupakan kelompok rentan, seperti balita dan lansia. Masyarakat ini berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan akibat paparan asap. “Banyak yang melaporkan sesak napas dan muntah, jadi ini menjadi perhatian utama kami,” lanjut Muhari.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, juga mengonfirmasi bahwa evaluasi terus dilakukan untuk mengevakuasi warga dari area terdampak asap menuju lokasi yang lebih aman. “Sebelumnya, ada 50 warga yang dievakuasi, dan kini jumlahnya bertambah,” ujarnya.
Status Tanggap Darurat Ditetapkan
Agar penanganan bencana ini lebih terstruktur, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran di TPA Jatiwaringin sejak tanggal 30 Juni 2026. Keputusan ini dikeluarkan melalui Keputusan Bupati Tangerang Nomor 609 tahun 2026 dan berlaku selama 14 hari ke depan.
Dengan status kedaruratan ini, pemerintah berharap dapat memperkuat penanganan sosial dan teknis di lapangan. “Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang terdampak,” jelas Taufik.
Sementara itu, Pusat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan bahwa hingga hari kelima kebakaran, tim petugas masih bertugas dengan intensif. Mereka melakukan pemadaman baik melalui jalur darat maupun udara untuk meminimalisir dampak kebakaran yang lebih luas.
Situasi ini semakin mendesak, dan masyarakat berharap agar pihak berwenang segera menemukan solusi untuk mengatasi kebakaran ini agar warga yang mengungsi dapat kembali ke rumah mereka dengan aman dan sehat.
